FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Hasil Swab Test Hingga Sebulan, Warga Garut Khawatir

0 7

GARUT, FOKUSJabar.co.id: Sejumlah warga di Kabupaten Garut, berharap pemerintah dapat mempercepat penerbitan hasil swab test dalam mendeteksi Covid-19. Dengan demikian, wabah virus corona bisa dicegah dan tidak menyebar luas menular ke masyarakat.

“Saya harap hasil ‘swab test’ bisa diketahui cepat, jangan lama-lama. Apalagi di berita sampai sebulan baru diketahui, kalau begitu pasien yang positif bisa menular ke yang lain,” kata salah seorang warga Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Agus (50), Rabu (15/7/2020).

Pemerintah, lanjutnya, harus bergerak cepat untuk bisa mengetahui orang yang menjalani swab test terjangkit Covid-19 atau tidak. Jika hasilnya sampai berhari-hari, pasien yang diperiksa bisa menularkan virusnya ke orang sekitar. Terutama keluarga dan orang terdekatnya.

“Apalagi kalau pasien yang positif itu tidak menunjukan gejala, bisa bahaya. Untuk itu, kami sebagai warga Garut berharap ‘swab test’ harus cepat,” tegasnya.

BACA JUGA: Cetak Generasi Qurani, Rumah Quran Aplikasikan Program Gubernur Jabar

Hal senada diungkapkan warga Garut lainnya, Hakim (25). Ia menuturkan, swab test merupakan salah satu cara untuk mengetahui seseorang terjangkit Covid-19 atau tidak.

Namun dengan kondisi saat ini, lanjut Hakim, ada pasien tenaga medis yang diperiksa baru diketahui hasilnya positif sebulan kemudian. Selama itu, tentu banyak orang yang sudah kontak dengan pasien tersebut.

“Tentunya membuat kami khawatir (kalau) lambatnya hasil pemeriksaan swab test,” tegas Hakim.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman membenarkan, jika untuk mengetahui hasil swab test membutuhkan waktu cukup lama. Hal ini tentunya membuat masyarakat cemas terhadap penyebaran virus tersebut.

Ia mencontohkan, kasus tenaga kesehatan yang positif Covid-19 menjalani pemeriksaan pada 15 Juni 2020 dan baru diketahui positif beberapa hari yang lalu atau hampir sebulan.

“Ini yang mencemaskan karena pemeriksaan kita hasilnya lama,” ujar Helmi.

Pemkab Garut, kata dia, telah berupaya memangkas waktu untuk mengetahui hasil tes usap dengan membuat laboratorium dan menyediakan alat PCR serta petugas medisnya.

Namun alat yang disiapkan di RSUD Garut, diakuinya belum mampu mempercepat hasil tes dengan jumlah banyak. Sehingga uji laboratorium pun harus dibantu laboratorium milik provinsi di Bandung.

“Memang hasilnya lama, kami di Garut juga tidak cukup untuk melayani semua. Baru mampu melayani pasien yang di rumah sakit,” terangnya

Helmi menambahkan, kecemasan masyarakat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk bisa lebih maksimal menangani wabah Covid-19 di Garut.

“Ini jadi perhatian kami, dan kami berharap masyarakat pun membantu dengan selalu patuh pada protokol kesehatan dan selalu memakai masker,” pungkasnya.

(ars/ant)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.