FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Dinkes Cianjur Kesulitan Cari Distributor Alat Rapid Test

0 8

CIANJUR, FOKUSJabar.co.id: Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur masih mencari distributor alat rapid test yang murah untuk memenuhi surat edaran Kementerian terkait biaya pemeriksaan tes cepat mandiri yang tidak lebih dari Rp150 ribu. Saat ini, biaya untuk tes cepat mandiri masih di angka Rp275 ribu.

“Kami masih kesulitan untuk menerapkan surat edaran Menkes terkait biaya tes cepat tertinggi Rp150 ribu. Sejak surat edaran keluar, kami langsung mencari alat rapid test yang sesuai dengan ketentuan,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Cianjur, dr Frida, Rabu (15/7/2020).

Frida menjelaskan, pihaknya mendapat alat rapid test langsung dari distributor dengan harga di atas Rp200 ribu per buah. Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinkes di kota lain yang membeli alat rapid test hanya Rp75 ribu per buah. Namun, hingga kini belum mendapat alamat distributor tersebut.

Pihaknya pun menghubungi sejumlah pegawai di Dinkes yang mendapatkan alat dengan harga sesuai. Namun tetap belum mendapat jawaban.

Sehingga tarif tes cepat mandiri yang diberikan pusat pelayanan kesehatan di Cianjur masih tetap Rp275.000 untuk sekali pemeriksaan.

BACA JUGA: Meninggal Akibat Covid-19, 2 TKI Asal Cianjur Belum Terima Haknya

Frida menjelaskan rincian untuk harga tersebut. Sebesar Rp250 ribu untuk penggantian alat tes cepat dan Rp25 ribu untuk lain-lain, seperti kapas, cairan pembersih dan biaya administrasi. Pihaknya berharap segera mendapatkan distributor yang menyediakan alat tes cepat dengan harga sesuai.

“Kami masih mencari distributor yang bisa memberikan harga sesuai dan kualitasnya terjamin. Untuk saat ini, biaya tes cepat mandiri masih harga lama karena menyesuaikan dengan alat yang dibeli masih cukup mahal,” terangnya.

Warga Kecamatan Cianjur, M Fadli mengaku harus mengeluarkan biaya lebih saat melakukan tes cepat di pusat layanan kesehatan di Cianjur. Dirinya harus membayar hingga Rp300 ribu dengan alasan biaya tersebut sudah termasuk surat keterangan bebas Covid-19.

“Saya harus membayar Rp300 ribu untuk melakukan tes cepat mandiri karena harus berangkat keluar kota. Saya sudah mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19, saya tidak tahu biaya sebenarnya berapa. Tapi kata petugas, saya harus membayar sebesar itu,” terang Fadli.

(ars/ant)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.