FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Sekda Kota Bandung Sayangkan Aksi Damai Ojol di Balai Kota

0 16

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Ribuan ojek online (ojol) yang tergabung dalam Driver Online Jawa Barat Bersatu (DJOB) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor wali kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (13/7/2020). Mereka menuntut agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera memberikan izin kepada ojol untuk bisa kembali beroperasi mengangkut penumpang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyayangkan aksi damai yang dilakukan DJOB. Pasalnya, tuntutan para driver sebenarnya sudah diakomodasi dalam rapat terbatas (ratas) di ruang tengah Balai Kota Bandung pada Jumat (10/7/2020) lalu. Ratas menyatakan, angkutan online sudah boleh kembali mengangkut penumpang dan tidak perlu melakukan rapid test.

“Sebetulnya, dari hasil ratas kemarin, mereka (Ojol) sudah diperbolehkan mengangkut penumpang. Di dalam Perwal, hasil tatas kan disampaikan. Kenapa hal ini tidak menjadi informasi yang dipakai mereka, ya bukan masalah mereka sekarang melakukan demo dan sebagainya. Tapi saya hanya menyayangkan saja, kalau membaca isi berita hari Sabtu, seharusnya mereka tidak perlu datang ke sini,” ujar Ema di Balai Kota, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/7/2020).

Ema menjelaskan, rapid test untuk driver ojol hanya imbauan yang disampaikan Tim Gugus Tugas kepada aplikator. Namun, imbauan tersebut ternyata dimaknai berbeda sehingga merasa terbebani.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Masih Kaji PSBM di Hegarmanah

“Namanya imbauan untuk kebaikan, tapi malah jadi keberatan dan akhirnya sama pak Wali tidak usah (rapid test). Silakan jalan, bisa narik penumpang,” ucap Ema.

Menurut Ema, seharusnya aplikator dengan mitranya dapat berkoordinasi dulu. Sebab, dari sisi regulasi, Pemerintah Pemkot Bandung sudah mengakomodasi semua kebutuhan masyarakat.

“Jadi kalau dari regulasi sebetulnya sudah diakomodasi. Tinggal secara teknis, bagaimana operator dengan para mitranya. Jadi kalau dari kita sudah diperbolehkan sejak Sabtu kemarin,” tegasnya.

Lebih lanjut Ema mengatakan, semua syarat yang diberikan pemerintah kepada aplikator bertahap sudah dipenuhi. Tinggal penerapan di lapangan dan konsistensi yang perlu dijaga.

“Makanya saya heran, kok mereka masih datang, apa yang mau dipertanyakan. Prinsipnya, mereka sudah tinggal jalan. Cuma kita minta konsisten seperti waktu simulasi, mereka harus pakai pembatas, menyiapkan pelindung rambut untuk penumpang. supaya tidak bersentuhan langsung dengan helm yang dipakai. Intinya jangan sampai ada sentuhan antara penumpang dengan driver,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni/ars)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.