FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Di Ciamis Orang Tua Siswa Datang Ke Sekolah, Lakukan Ini

0 26

CIAMIS, FOKUSJabar.co.id: Tahun ajaran baru 2020/2021 semua jenjang pendidikan dimulai Senin (13/7/2020). Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kegiatan belajar belum dilaksanakan di sekolah. Di hari pertama orang tua siswa SD datang ke sekolah untuk mengambil buku paket.

Di SDN 4 Kertasari Ciamis, orang tua datang ke sekolah secara bergiliran. Mereka mengambil beberapa buku paket untuk digunakan siswa belajar di rumah. Sedangkan untuk orang tua siswa baru atau kelas 1, diberikan sosialisasi terlebih dulu dan pembagian kelompok.

Kepala SDN 4 Kertasari Ismail Hamdi menjelaskan untuk kegiatan belajar di sekolahnya dibentuk kelompok belajar per zona. Satu kelompoknya 7 orang siswa yang rumahnya berdekatan. Belajar dilaksanakan di rumah orang tua, atau di tempat lain sesuai kesepakatan. Nanti guru akan berkeliling ke kelompok tersebut.

“Intinya kan sesuai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) 4 Menteri tidak boleh menghadirkan siswa di sekolah. Jadi guru keliling ke rumah siswa dalam kelompok belajar. Waktunya sekitar 1,5 jam, dibatasi. Supaya anak tetap kenal dengan guru, ada interaksi. Saat belajar kelompok ini siswa pakai seragam,” kata Ismail, Senin (13/7/2020).

Ismail mengatakan, orang tua siswa yang datang di hari pertama tahun ajaran baru ini tidak semua. Hanya perwakilan kelompok untuk membawa buku paket yang nantinya digunakan bersama-sama.

BACA JUGA: Pilkades Ciamis Masuki Tahapan Pengundian Nomor Urut Calon

“Sebetulnya orang tua ada yang menginginkan siswa kembali sekolah minimal seminggu sekali. Tapi sesuai keputusan itu tidak bisa. Tidak ingin ambil resiko. Pelajaran biasa disampaikan melalui daring, tapi guru keliling dilaksanakan, minimal sehari 2 kelompok dikunjungi,” katanya.

Guru keliling menjadi salah satu solusi untuk mengatasi  persoalan siswa. Karena tidak semua siswa bisa mengikuti belajar daring dan memiliki smartphone Android. Termasuk untuk para siswa tingkat bawah kelas 1, 2 dan 3.

“Kalau siswa tingkat bawah belum terbiasa, tidak semua orang tuanya menggunakan android.  Guru keliling bisa menyentuh siswa, suasana belajar masih ada meski tidak di sekolah,” kata Ismail.

Ismail mengakui, untuk siswa baru secara formil anak belum mengenal lingkungan sekolah. Untuk itu, ia menyiapkan profil sekolah dalam bentuk video. Agar para siswa kenal dengan kepala sekolah, guru dan lingkungan.

“Rencana mulai hari Kamis guru melakukan keliling ke kelompok belajar siswa,” katanya.

Sementara orang tua siswa kelas IV SDN 4 Kertasari Titi Saptiani  berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir. Agar anaknya bisa kembali masuk sekolah. Karena menurutnya, selama belajar di rumah tidak efektif.

“Kalau anak belajar sendiri itu bawaannya malas. Pengennya sekolah lagi. Katanya sekarang mulai kelompok, guru keliling. Mudah-mudahan belajar dengan temannya bisa termotivasi. Anak saya bisa lebih giat belajar,” ujar Titi.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Ciamis Asep Saeful Rahmat menegaskan di Ciamis proses belajar mengajar masih dengan sistem Daring dan Luring.

Penyampaian pelajaran dilakukan menggunakan media seperti whatsapp. Namun Disdik Ciamis juga memberlakukan Mobil Teacher Guru Keliling (Guling) ke beberapa anak yang dikelompokkan dalam satu lingkungan. Dimana lingkungan itu dianggap bersih dari paparan Corona.

“Penyelenggaraannya kalau ada orang tua yang siap bisa, atau ditempat lain bisa itu sesuai kesepakatan. Untuk operasional guru keliling, atau bensin itu bisa menggunakan dana BOS,” jelasnya.

Tatang mengatakan pertemuan guru dan siswa memang perlu dilakukan. Karena untuk menumbuhkan karakter dan psikologi siswa agar kenal dengan guru. Supaya tetap berada pada suasana belajar yang semestinya.

“Intinya proses mobile teacher atau dikenal juga guru keliling harus tetap menerapkan protokol kesehatan, pakai masker cuci tangan dan jaga jarak,” pungkasnya.

(Riza M Irfansyah/As)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.