FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
digibjbmobile

Kasus DBD Tasikmalaya Capai 850, Puskesmas Bentuk Satgas

0 114

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.co.id : Sejumlah pusksemas di Kabupaten Tasikmalaya membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan demam berdarah dengue (DBD) mengingat semakin meningkatnya jumlah masyarakat terkena penyakit berbahaya ini terus meningkat.

Salah satunya Puskesmas Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Jawa Barat yang sudah membentuk Satgas DBD dan siap melayani masyarakat selama 24 jam tanpa libur. Bukan hanya itu Satgas ini juga melakukan penyuluhan kesehatan ke warga termasuk melakukan pemantauan ke setiap titik-titik yang memang banyak ditemukan kasus DBD.

Kepala Puskesmas (PKM) Sambongpari Kota Tasikmalaya Ika Susilawati mengatakan, antisipasi penyebaran DBD saat ini sangat urgent dan menjadi prioritas pelayanan pasalnya, jumlah masyarakat yang terpapar nyamuk jenis aedes aegypti yang mematikan ini terus bertambah.

“Sampai sekarang, jumlah kasus DBD di Kota Tasikmalaya sudah mencapai 850 kasus, sudah jadi siaga darurat DBD, 18 diantaranya meninggal dunia dan di PKM Sambongpari ini terbanyak ditemukan kasus DBD di wilayah Kota Tasikmalaya,” kata Ika Susilawati di PKM Sambongpari, Jalan Babakan Tempe, Sambongjaya Kec.Mangkubumi Kota Tasikmalaya Minggu (12/07/2020).

Ika menjelaskan, pihaknya juga pemberdayaan kader-kader posyandu dan kader-kader penyuluh kesehatan, mengiatkan jejaring kesehatan, mengoptimalkan kendaraan Puskesmas Keliling (Pusling) termasuk pembentukan satuan tugas (Satgas) demam berdarah dengue (DBD).

“Kita optimalkan seluruh tenaga kesehatan dan perawat di PKM serta klinik-klinik dokter dan praktek bidan yang ada di Sambongpari untuk melakukan percepatan penanganan antisipasi penyebaran kasus DBD,” kata dia.

Ika mengaku, sudah membagi-bagikan buku penyuluhan tentang DBD ke tokoh masyarakat, tokoh agama dan karang taruna setempat, termasuk mengajarkan kepada warga untuk melakukan deteksi dini DBD sendiri di rumah agar tidak terlambat dalam penanganan dan bila diketahui segera dibawa ke layanan kesehatan.

BACA JUGA : Kota Tasikmalaya Darurat DBD

“Kita berharap semua pihak memiliki peran penting dalam upaya pencegahan kasus DBD, insyaallah kalau semuanya bersama-sama akan mampu kita ditanggulangi penyakitnya,” ucapnya.

Dia meminta, agar masyarakat terus meningkatkan kembali kesadaran untuk berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar dan tempat tinggal.

“Sebenarnya untuk mencegah segala macam penyakit, penting bagi kita agar berperilaku hidup bersih dan sehat termasuk kalau mengalami gejala penyakit, segera ke pelayanan kesehatan setempat agar segera dilakukan penanganan medis,” kata.

(Seda/As)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.