FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Borobudur Marathon 2020 Digelar Pertengahan November, Tanpa Pelari Asing?

Diharapkan Picu Kebangkitan Pariwisata

0 62

MAGELANG, FOKUSJabar.co.id: Gelaran lomba lari jarak jauh, Borobudur Marathon dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November 2020. Kegiatan lomba pun diharapkan menjadi pemicu kebangkitan pariwisata di Magelang, Jawa Tengah, dan Indonesia.

“Borobudur Marathon, Insyaallah akan digelar pada pertengahan November 2020. Mudah-mudahan kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Magelang betul-betul melandai dan melantai,” ujar kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi di Magelang, Sabtu (11/7/2020).

Sinoeng menyampaikan hal tersebut usai menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Desa Wisata Dalam Menghadapi Tataran Normal Baru Pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Atria Magelang.

BACA JUGA: Kejurnas Squash Jabar Open 2 Menunggu Perkembangan Kasus Covid-19

Pihaknya mengaku masih melakukan pembahasan terkait batasan tertentu bagi kuota pelari pada Borobudur Marathoh 2020. Salah satunya pembatasan pelari dari luar negeri.

“Pelari luar negeri dari negara zona merah, jangan dulu. Jadi dibatasi untuk yang mancanegara, justru akan kita buka yang dari nusantara. Tetapi ini belum keputusan final, masih dalam pembahasan,” katanya.

Borobudur Marathon 2020 merupakan lomba lari marathon yang memberikan pengalaman baru bagi turis dan pelari untuk menjelajahi Magelang dengan cara yang berbeda. Merasakan sambutan yang hangat dari masyarakat, kelezatan kuliner, dan berbagai hal menarik yang ditawarkan oleh Magelang.

Program pariwisata yang baik pun memberi ruang bagi perkembangan sektor ekonomi. Melalui wisata olahraga, Borobudur Marathon ingin memberikan dampak yang positif dan signifikan pada sektor ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat setempat. Pada tahun ini, Borobudur Marathon mengangkat tema ‘Rhythm of Soul’.

Sementara terkait evaluasi uji coba operasional Taman Wisata Candi Borobudur pada 25 Juni-9 Juli 2020, Sinoeng menyampaikan kondisi orang berwisata saat ini ternyata belum maksimal.

“Kapasitas yang sediakan sebanyak 1.500 per hari selama masa uji coba operasional, ternyata dari laporan yang sempat saya baca sekilas Borobudur dikunjungi sekitar 200 hingga 400 wisatawan per hari,” terangnya.

Ia menyampaikan, penerapan protokol kesehatan bagi wisatawan pun cukup ketat. Namun pihaknya menyayangkan, justru di luar Borobudur orang banyak berkerumun.

“Ini yang kemudian saya usulkan pada Bupati Magelang, apakah ada petugas seperti ‘pecalang’ di Bali untuk mengawasi dan mengingatkan orang yang berkerumun di sekitar daya tarik itu. Jadi jangan hanya fokus pada daya tarik saja, tetapi juga arah menuju lokasi, apakah itu di pasar, warung dan sebagainya,” tegasnya.

(ars/ant)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.