FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Kupat Panawangan Khas Ciamis Melegenda karena Rasanya Maknyos

0 53

CIAMIS, FOKUSJabar.co.id: Kupat atau Ketupat Panawangan di Ciamis menjadi tujuan warga untuk memenuhi kebutuhan sarapan di pagi hari. Kupat yang memiliki rasa gurih dan kenyal itu sudah melegenda di kawasan sejak puluhan tahun silam. 

Namun seiring perkembangan zaman, pembuat ketupat di kawasan Panawangan tinggal beberapa orang saja. Itupun masih keturunan dari generasi pembuat ketupat Panawangan. 

BACA JUGA: Kemampuan Guru SMPN 1 Panawangan Ciamis Di-Upgrade Melalui Bimtek

Seperti halnya Nia Fitriani (40) yang lebih terkenal dengan Ma Oni, Dirinya bisa membuat Kupat Panawangan karena melanjutkan ibu mertuanya.

“Baru Dua tahun ini saya membuat Kupat Panawangan ini melanjutkan ibu mertua yang sudah meninggal dunia,” katanya.

Nia menuturkan, Dirinya bisa membuat Kupat Panawangan karena diajari oleh ibu mertuanya sejak menikah belasan tahun yang lalu.

“Sebelum ibu mertua meninggal Saya lah yang membuat Kupat Panawangan ini dengan resep dari leluhurnya sedangkan beliau ibu mertua yang menjualnya di Pasar,” ucapnya.

Nia mengatakan, dalam membuat Kupat Panawangan tidak semua orang bisa karena saat membuatnya pun takaran beras yang dimasukan kewadah (Urung) Kupat harus tepat tidak bisa kurang atau lebih.

“Kalau takaran berasnya tidak tepat tidak akan matang dan menjadi Kupat,” jelasnya.

Nia melanjutkan, omset jualanya bisa meningkat dari hari biasa saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha namun untuk Idul Fitri tahun ini omzet jualanya turun drastis karena Covid-19.

“Warung sekaligus tempat pembuatan Kupat saya berada dipinggir jalan raya Ciamis-Cirebon sehingga saat arus mudik maupun balik ramai sehingga pembeli banyak namun saat ini karena ada larangan mudik jualanyapun tidak seramai Lebaran sebelumnya,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.