FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Pemkot Bogor Targetkan 8.000 Swab Test

0 6

BOGOR, FOKUSJabar.co.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menargetkan melakukan swab test kepada 8.000 orang untuk melacak dan menekan penyebaran Covid-19.

“Saat ini, Kota Bogor baru melakukan sekitar 4.000 swab test dan masih akan intensif melakukannya,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Rabu (1/7/2020).

Pelaksanaan swab test terbaru yang dilaksanakan Dinkes yakni sebanyak 250 tes kepada warga Kota Bogor di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pajajaran Kota Bogor, Rabu (1/7/2020).

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, Pemkot Bogor telah melakukan sebanyak 5.900 rapid test sejak April hingga Juni 2020.

Menurut Retno, pada bulan Juni , Dinkes telah melakukan rapid test sebanyak 2.000 kit untuk warga Kota Bogor.

Rapid test itu dilaksanakan Dinkes Kota Bogor di sejumlah pasar tradisional. Antara lain Pasar Bogor, Pasar Kebon Kembang, Pasar Sukasari, dan Pasar Gunungbatu.

BACA JUGA: 11 Pasien Positif Covid-19 di Bogor Sembuh 

Dinkes pun melakukan rapid test beberapa kali di GOR Pajajaran, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), di Dinas Kesehatan, serta di sejumlah Puskesmas.

Dinkes Kota Bogor bekerja sama dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat pun telah dua kali melakukan rapid test dan swab test di Stasiun Bogor.

Lembaga lain yang melakukan rapid test di Kota Bogor yakni Badan Intelijen Negara (BIN) sebanyak 500 kit di Pasar Bogor. Lalu Kodim 0606 Kota Bogor pun melakukan rapid test untuk 200 kit di GOR Pajajaran, serta rapid test sebanyak 200 kit di Rumah Sakit Salak Kota Bogor.

Menurut Retno, kegiatan rapid test itu seluruhnya untuk melacak dan menekan penyebaran Covid-19. Targetnya, memutus mata rantai virus tersebut.

“Rapid test adalah tes cepat sebagai indikator apakah seseorang itu reaktif atau tidak terhadap virus. Khususnya virus corona,” ujar Retno.

Setelah diketahui seseorang yang menjalani rapid test adalah reaktif, lanjutnya, maka untuk memastikan orang tersebut positif atau negatif dari serangan Covid-19 dilanjutkan dengan swab test yang sampelnya diuji di laboratorium.

Retno menambahkan, selain rapid test dan swab test, Pemkot Bogor pun membentuk Pasukan Detektif (deteksi aktif) Covid-19 untuk melacak dan memantau penyebarannya secara aktif di seluruh wilayah Kota Bogor. Mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RW.

Pasukan Detektif Covid-19 ini dibagi menjadi dua tim. Yakni tim pelacak untuk memonitor orang-orang yang terkonfirmasi positif serta tim pemantau untuk memonitor orang dalam pemantauan serta orang tanpa gejala (ODP) dan OTG agar tidak lebih banyak ODP dan OTG.

(ars/ant)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.