FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Fase AKB, Volume Kendaraan Masuk Kota Bandung Meningkat

0 4

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), volume kendaraan di Kota Bandung mengalami kenaikan. Kondisi ini karena ada peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Bandung jika dibandingkan saat fase Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kenaikan total mencapai 80 persen pada fase AKB ini dibandingkan dengan masa PSBB,” ujar Wakalantas Polrestabes Bandung, AKP Galih Raditya di Balai Kota, Jalan Wastukencana Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/06/2020).

Selain itu, peningkatan arus lalu lintas terjadi karena adanya pelonggaran akses keluar masuk sehingga mobilitas masyarakat mengalami peningkatan.

Ia mengatakan, volume kendaraan masa PSBB tercatat, mobil pribadi sebanyak 69.471 kendaraan per hari, sepeda motor sebanyak 74.208 kendaraan per hari, taksi online sebanyak 4.737 per hari, angkutan/mobil box sebanyak 9.473 per hari. Sehingga totalnya mencapai 157.889 kendaraan per hari.

BACA JUGA: BIN Temukan 8 Positif Covid-19 di Kota Bandung

Sementara pada fase AKB, volume kendaraan untuk mobil sebanyak 152.363 kendaraan per hari atau naik 54 persen, dan sepeda motor sebanyak 124.938 kendaraan per hari atau naik 41 persen. Sednagkan untuk taksi online sebanyak 6.095 kendaraan per hari atau naik 22 persen, dan mobil box/angkutan sebanyak 21.331 kendaraan per hari atau naik 56 persen. Sehingga totalnya mencapai 304.726 kendaraan per hari.

Untuk volume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung pada masa PSBB yang melalui Cibeureum sebanyak 35 persen, Pasteur sebanyak 20 persen, gerbang tol Kopo sebanyak 12 persen, Cibiru (22 persen), dan gerbang tol Buah Batu (11 persen).

“Total yang masuk ke Kota Bandung melalui gerbang tol mencapai 43.2 persen dan non-tol sebanyak 55.8 persen,” tambahnya.

Sedangkan pada fase AKB, volume kendaraan yang masuk dari Cibeureum sebanyak 22 persen, Pasteur 30 persen, gerbang tol Kopo 14 persen, Cibiru 12 persen, dan gerbang tol Buah Batu 22 persen. Sehingga total kendaraan masuk ke Kota Bandung melalui tol sebanyak 70.1 persen dan non-tol 22.9 persen.

“Adanya peningkatan kendaraan yang cukup tinggi, kami melakukan pengawasan dan pemantauan guna mengurai terjadinya kemacetan pada titik-titik tertentu,” terangnya.

Di fase AKB, lanjutnya, pengawasan terus dilakukan pada jalur-jalur masuk kendaraan. Pihaknya pun mengecek setiap pengemudi kendaraan agar menerapkan protokol kesehatan.

“Protokol Kesehatan harus terus diterapkan, begitu juga untuk pengemudi dan penumpang kendaraan. Bagi mobil diharapkan tidak melebihi kapasitas dan mematuhi 50 persen penumpang dari kapasitas kendaraan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni/ars)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.