FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Kampung Tangguh, Kolaborasi Polrestabes dan Pemkot Bandung

0 10

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dengan Polrestabes Bandung berkolaborasi lewat program Kampung Tangguh. Setelah di kawasan Kebon Kangkung, Kampung Tangguh kini hadir di Kelurahan Citarum dengan tajuk ‘Lembur Tohaga Lodaya’.

Lembur Tohaga Lodaya merupakan program kolaborasi terlebih di masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada ketahanan sosial di masyarakat. Lembur Tohaga Lodaya dilaunching pada Selasa (30/06/2020).

“Dengan adanya kampung tangguh ini, mudah-mudahan jadi bagian dari upaya optimal kita merespon penyebaran Covid-19 ini,” ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes (Pol) Ulung Sampurna Jaya di Jalan Geusan Ulun, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/6/2020).

Pihaknya mendukung penuh  kelurahan Citarum yang menyandang status sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas dan Kampung Taat Pajak karena turut berkontribusi besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA: Jaga Ketahanan Pangan, Polres Banjar Bentuk Kampung Tangguh Lodaya

Sementara, Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengapresiasi Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan yang dicanangkan sebagai Kampung Tangguh dengan tajuk ‘Lembur Tohaga Lodaya’. Pencanangan tersebut menjadi yang ke-19 di Kota Bandung.

Program Lembur Tohaga Lodaya ditandai dengan ketersediaan lumbung kelurahan yang siap dipergunakan dalam keadaan darurat pangan.

“Dengan begitu, warga bisa lebih siaga dalam menghadapi berbagai situasi krisis,” ucap Oded.

Selain itu, di kawasan pertokoan yang bercampur dengan rumah-rumah tinggal ini pun memiliki lebih banyak tempat cuci tangan di berbagai sudut. Bahkan, warga menyediakan sarana cuci tangan khusus untuk difabel, dengan sensor otomatis yang bisa mengeluarkan sabun dan air tanpa perlu disentuh.

Tak hanya itu, pihak kelurahan pun menyediakan mobil ‘Wawasuh’ yang akan berkeliling untuk menyediakan sarana cuci tangan dan memberi edukasi tentang bagaimana mencuci tangan yang baik.

Di kawasan tersebut, warga secara swadaya menyediakan tempat karantina mandiri untuk para tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19. Tempat karantina tersebut berada di Hotel Karmila dan Grha Atma.

“Mang Oded berharap program ini tidak berhenti di Kelurahan Citarum, tetapi juga bisa di seluruh kelurahan di Kota Bandung,” terangnya.

Keberadaan Lembur Tohaga Lodaya menjadi wujud kekompakan warga dengan para jajaran pimpinan di kewilayahan. Persatuan semacam ini akan terus mendorong Kota Bandung untuk mampu menghadapi berbagai situasi krisis seperti saat ini. 

“Dengan kokohnya persatuan di kewilayahan, itu artinya sudah membantu Mang Oded. Mang Oded kaki cuma dua, tangan cuma dua, tidak mungkin bisa mendatangi semua (wilayah dan warga),” tegas Oded.

Pada kesempatan yang sama, Camat Bandung Wetan, Sony Bachtiar menambahkan, predikat Lembur Tohaga Lodaya di Kelurahan Citarum merupakan julukan ketiga.

“Pada pencanangan Lembur Tohaga Swadaya ini 95 persen atas swadaya masyarakat setempat. Bantuan APBD-nya hanya 5 persen. Ini menunjukkan kekompakan warga masyarakat untuk pembangunan di wilayah Citarum ini,” ujar Sony.

Wilayah yang termasuk kelurahan zona hijau Covid-19, berkat dukungan para pimpinan daerah dan seluruh elemen masyarakat, seperti Karang Taruna dan komunitas anak muda.

“Ini semua berkat solidaritas sosial dan kepedulian masyarakat tinggi. Komitmen dan solidaritas dari Forkompimcam juga sangat baik, oleh karena itu saya ucapkan terima kasih,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni/ars)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.