FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Pelaku Kuliner Didorong Beradaptasi Pada Masa Normal Baru

0 7

JAKARTA, FOKUSJabar.co.id: Para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk kuliner, didorong cepat beradaptasi pada masa normal baru dengan semua kegiatan yang berpedoman pada protokol kesehatan.

Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ardhea Mustika Sari mengatakan, kuliner merupakan bagian dari sektor pariwisata yang terkena dampak langsung dari pandemi Covid-19.

“Tetapi begitu masa pandemi ini hampir semua subsektor pariwisata tak terkecuali kuliner ikut terdampak yang otomatis mengalami penurunan omzet yang sangat tajam,” ujar Ardhea, Sabtu (27/6/2020).

BACA JUGA: Tempat Hiburan dan Wisata di Semarang Ajukan Izin Buka Kembali 

Ardhea pun mendorong para pelaku usaha kuliner cepat bangkit dengan beradaptasi dan melakukan segala kegiatan yang berpedoman pada protokol kesehatan. Termasuk lebih memanfaatkan teknologi.

“Banyak kehidupan yang berubah ke arah digital, seperti melakukan teleconference atau virtual meeting dan juga webinar. Ini adalah bukti bahwa digitalisasi merupakan bagian dari era normal baru yang berlaku kepada semua sektor. Termasuk sektor kuliner yang diharapkan dapat membawa suatu terobosan,” tegasnya.

Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), Frans Teguh mengatakan, pandemi Covid-19 telah membawa semua untuk memasuki era kenormalan baru yang mengisyaratkan masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi ini. Khususnya sektor ekonomi kreatif yang menopang perekonomian nasional.

Kemenparekraf/Baparekraf pun tengah menyusun upaya dan langkah-langkah pemulihan dalam menyambut kondisi normal baru di sektor pariwisata.

“Pandemi Covid-19 bukan hanya memberikan dampak yang besar kepada sektor pariwisata tetapi juga sektor ekonomi kreatif,” ujar Frans.

Frans menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya memberikan pendampingan pada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memasuki normal baru.

Kemenparekraf/Baparekraf sedang menyiapkan handbook untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Handbook tersebut sebagai turunan yang lebih detail dari protokol yang telah disusun Kementerian Kesehatan berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Tentunya, protokol ini nantinya tidak terbatas pada sektor pariwisata saja. Selain ditujukan untuk hotel, homestay, restoran/rumah makan, dan daya tarik wisata, protokol ini pun akan menyasar berbagai kegiatan kreatif yang sifatnya crowd-gather seperti gelanggang seni, kegiatan produksi film, TV, dan iklan serta usaha-usaha ekraf lainnya,” tuturnya.

Ia menjelaskan setidaknya terdapat tiga kunci terkait protokol normal baru tersebut. Yaitu kebersihan, kesehatan, dan keamanan (cleanliness, health, and safety atau CHS).

“Implementasi protokol CHS penting diimplementasikan oleh para pelaku kuliner untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk mau mencicipi ragam kulinernusantara,” pungkas Frans.

(ars/ant)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.