FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Antisipasi Gelombang Kedua, Oded Minta Gugus Tugas Covid-19 Perketat Sosialisasi

0 4

BANDUNG,FOKILUSJabar.co.id: Wali Kota Bandung Oded M Danial meminta, Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 terus melakukan sosialisasi kepada warga untuk antisipasi gelombang kedua disaat Pemerintah Kota mulai melakukan relaksasi pada berbagai sektor secara bertahap.

“Berdasarkan hasil evaluasi, kekhawatiran masih ada tetapi masih terkendali. Tetapi untuk kehati-hatian, gugus tugas agar lebih ketat melakukan sosialisasi dan ini harus terus dilakukan,” kata Oded di Yogja Kepatihan Jalan Kepatihan Kota Bandung Jawa Barat Senin (15/6/2020).

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung telah memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proposional yang sudah berakhir pada 12 Juni 2020 lalu. Pada tahap kedua ini berjalan hingga 26 Juni.

BACA JUGA : Oded Bakal Tutup Kembali Mall Bandel

Di fase kedua, pemerintah kota memberikan kelonggaran di sejumlah sektor seperti pusat perbelanjaan, transportasi, perhotelan, dan kegiatan kebudayaan dengan jumlah dibatasi.

“Juga penting nya edukasi yang harus terus dilakukan kepada masyarakat. Karena ini perlu, untuk mencegah adanya luapan masyarakat ketika mengunjungi sejumlah tempat yang kita berikan relaksasi,” ucapnya.

Pihaknya juga tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada mal dan pusat perbelanjaan yang melanggar aturan, ia meminta seluruh pemilik gerai dan manajemen untuk saling mengingatkan mengikuti aturan dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

“Jika lalai menerapkan protokol kesehatan itu, hampura ku mang oded ditutup (maaf sama mang oded ditutup),” tegasnya.

Sementara itu, General Afair Kings Shopping Center, Yoel Malikha menyampaikan, belum semua gerai buka.

“Memang masih terhitung landai. Untuk ‘tenant’ masih bertahap. Lebih baik tutup dulu jika memang protokol kesehatannya belum siap,”ucapnya.

Ia mengungkapkan, dari 300 gerai, kurang dari 50 persen yang kembali buka. Di Kings Shopping Center memiliki sekitar 30 personel yang melakukan pengawasan.

“Total yang buka hari ini 120 gerai dari 300 gerai. Untuk pengawasannya kita bentuk tim gugus harian. Termasuk petugas harian seperti Babinsa dengan Polsek setempat. Tugasnya mengontrol tiap hari,” akunya. 

Dengan kapasitas pengunjung sekitar 40 ribu orang untuk akhir pekan dan 20 ribu orang untuk hari biasa, ia pastikan pembatasan pengunjung telah siap. Ada alat sensor yang menjadi patokan untuk menghitung jumlah pengunjung. 

“Menaknisme pembatasan itu memasang alat sensor. Kapasitas weekday itu 20 ribu dan weekend 40 ribu termasuk pegawai juga,” ungkapnya.

(Yusuf Mugni/DH).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.