FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Keluarga Pasien Positif Mengeluh, Jubir Covid-19 Pangandaran Bungkam

0 746

PANGANDARAN, FOKUSJabar.co.id: Keluarga pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengeluh. Pasalnya, pihak keluarga harus bolak balik ke RSUD Pandega untuk mengambil obat.

Keluarga pasien S asal Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Pangandaran ini sudah dua kali mengambil obat di RSUD Pandega. “Sudah dua kali ngambil obat,” ujar keluarga pasien, MS kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Selain harus bolak balik mengambil obat, keluarga pasien pun diminta untuk membuat surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa setempat. Pihak keluarga pun mempertanyakan hal tersebut kepada pihak rumah sakit.

“Awalnya nanyain BPJS, tapi karena tidak punya BPJS diminta untuk buat SKTM. Kata pihak RSUD untuk administrasi saja,” ungkapnya.

MS pun mempertanyakan terkait pelayanan pasien positif Covid-19 di RSUD Pandega yang mengharuskan pihak keluarga pasien yang mengambil obat. Padahal di RSUD, ada karyawan yang bisa mengantarkan obat untuk pasien.

MS pun menanyakan, terkait biaya perawatan pasien Covid-19 selama dirawat di RSUD Pandega. “Apakah ditanggung pemerintah?” tanyanya.

BACA JUGA: Tak Termasuk Yang Diizinkan New Normal, Pangandaran Tetap Buka

Tak hanya itu, MS menyayangkan proses ‘penjemputan’ yang menggegerkan warga di lingkungan tempat tinggal si pasien. Selain itu, ada kebocoran data identitas pasien positif Covid-19 yang seharusnya bisa dijaga dan dirahasiakan. Pasalnya, sebelum pihak keluarga mengetahui, kabar pasien positif tersebut sudah ramai di media sosial facebook.

“Sangat menyayangkan terkait penjemputan kemarin, ditambah identitas pasien yang bocor. Kok bisa,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya pun meminta identias pasien positif Covid-19 jangan sampai bocor karena dilindungi undang – undang. Selain itu, pengguna medsos pun harus bijak dan jangan seenaknya menyebarkan informasi terkait pasien Covid-19 karena bisa berurusan dengan hukum. “Saya harap semua masyarakat bisa bijak dalam menggunakan medsos. Apalagi terkait pasien positif corono ditengah kondisi saat ini,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran, drg Yani Achmad Marzuki tidak memberikan jawaban saat dikonfirmasi terkait keluhan yang diungkapkan keluarga pasien positif Covid-19. Baik mengenai biaya pasien selama menjalani perawatan di RSUD Pandega hingga keluhar lainnya.

 

(Agus/ars)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.