FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Pedagang Pasar Baru Buka Lapak di Bahu Jalan Otista

Terdesak Kebutuhan Ekonomi

0 9

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Ratusan pedagang Pasar Baru Trade Center masih tetap berjualan. Mereka membuka lapak di sepanjang bahu Jalan Oto Iskandardinata (Otista) Kota Bandung, pada H-1 Idul Fitri atau Lebaran tahun 2020, Sabtu (23/5/2020).

Salah seorang pedagang pakaian, Dian (39) mengaku keputusannya kembali berdagang bukan untuk menantang wabah COVID-19. Namun karena desakan ekonomi sehingga mengharuskannya mencari pemasukan.

“Jadi bukan berkurang (pemasukan), tapi memang tidak ada. Sudah 2,5 bulan lalu Pasar Baru ditutup, sebelum PSBB yang pertama, kita udah gak berjualan,” ujar Dian saat ditemui di Jalan Otista, Sabtu (23/5/2020).

BACA JUGA: Sejumlah Warga Belanjakan Uang Bansos Untuk Baju Baru

Menurut dia, saat ini dirinya tidak memikirkan untung sama sekali. Yang terpenting, barangnya terjual meski pemasukan sedikit.

“Ini juga diluar modal, nggak mikirin untung, harganya Rp200 ribu, kita jual Rp75 ribu. Yang penting barang ada yang keluar,” akunya.

Saat lebaran tahun lalu, lanjutnya, pemasukan yang diperoleh mencapai 300 persen dibandingkan hari-hari biasanya. Namun tahun ini, justru hal sebaliknya yang dialaminya bersama semua pedagang.

“Bisa 300 persen kalau lebaran, tapi tahun ini nggak ada pemasukan banget. Terus bantuan nggak semuanya dapet, semua pedagang juga sama, saat ini nggak ada pemasukan banget,” tuturnya.

Aji (37), salah seorang pedagang Pasar Baru lainnya mengatakan hal senada. Sebelumnya, dirinya telah memanfaatkan penjualan secara daring meskipun tokonya ditutup.

Namun, baginya, tahun ini terasa berbeda karena banyak pembeli yang biasa langganan setiap lebaran, kini tidak membeli dagangan pakaiannya.

“Tiga bulan sebelum puasa, langganan sudah pada datang. Mudah-mudahan COVID-19 berlalu, pasar bisa dibuka, biar normal lagi perekonomian. Kalau gini terus, ya kasian juga yang lainnya,” ujar Aji.

Sementara itu, banyak pembeli yang juga memburu pakaian baru menjelang lebaran. Salah satunya Arga (27), warga Kiaracondong, Bandung.

Meski mengetahui saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlaku, dirinya mengaku tetap membeli pakaian baru untuk anaknya yang berusia 4 tahun.

Arga menyadari jika kerumunan dapat berisiko menularkan COVID-19. Namun yang terpenting, dirinya menggunakan masker dan sarung tangan serta menjaga jarak saat membeli.

“Ya sudah jadi budaya kan, baju baru lebaran. Yang penting sosial distancing aja sama pakai APD. Kalau tanpa pembeli, mereka (pedagang) kan tidak ada yang terjual,” tegas Arga.

(ars/ant)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.