FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Pandemi Covid-19, Pedagang Pasar Tradisional ‘Terjun Bebas’

Omzet Menurun 70-80 Persen

0 142

GARUT, FOKUSJabar.co.id: Ribuan pedagang pasar tradisional dan modern se-Kabupaten Garut, Jawa Barat mulai merasakan betul dampak dari wabah  Corona Virus Disease (Covid-19). Omzet mereka terjun  bebas 70-80 persen.

Dede Nurochim (Foto : Bambang)

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, pedagang yang paling terdampak adalah penjual pakaian jadi, sepatu, sandal dan tas yang biasanya marema (laku keras) jelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Hal itu dibenarkan Dewan Pembina Ikatan Warga Pedagang Pasar (Iwappa) Limbangan, Dede Nurochim. Penurunan omzet tersebut lantaran penuruan jumlah pengunjung pasar (pembeli) yang merasa khawatir terinfeksi Covid-19 dan adanya pembatasan jam operasional.

“Sebelum ada pembatasan jam operasional, para pedagang tutup pukul 17.00 WIB. Kini pukul 12.00 WIB, mereka harus tutup. Pasar  Limbangan yang biasanya ramai dikunjungi pembeli, kini jadi pasar mati,” kata Dede yang juga selaku Wakil Ketua Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM-Gatra), Sabtu (4/4/2020).

Baca juga: Selama WFH, Konsumsi BBM di Bandung Menurun 50 Persen

Untuk membuat rasa nyaman pedagang dan pembeli sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pihaknya yang didampingi unsur Forkopimcam Balubur Limbangan seminggu dua kali melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

Sementara salah satu pedagang sandal dan sepatu di Pasar Cibatu, Siti, mengungkapkan hal serupa. Kata dia, dalam dua pekan terakhir ini dirinya terus mengalami penurunan omzet penjualan. Bahkan terkadang barang dagangannya tidak ada yang membeli.

“Setiap hari tambah sepi. Pemerintah harus segera mencari jalan keluarnya agar Kami bisa hidup tenang dan perekonomian berjalan normal,” imbuhnya kepada FOKUSJabar.co.id saat ditemui di jongko miliknya.

(Andian/Bam’s)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.