FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Ciamis Kembali Kirim 2 Sampel PDP Covid-19

Hasil tes lab diketahui antara satu sampai tiga hari

0 14

CIAMIS, FOKUSJabar.co.id: Gugus Tugas Covid-19 Ciamis kembali mengirim dua sample Pasien Dalam Pantauan (PDP) ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) Pusat. Sebelumnya dua sample PDP sudah dikirim dan salah satunya dikonfirmasi Negatif Covid-19.

“Hari ini, kita mengirim kembali sample PDP. Diharapkan semuanya negatif Covid-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, dr Yoyo di Alun-alun Ciamis, Kamis (26/3/2020).

Baca Juga: 4 Hari Tenggelam, Nelayan Ini Ditemukan Mengambang di Legok Jawa

dr Yoyo menuturkan, sampai saat ini pihaknya menekankan pada upaya preventif dan promotif dalam pencegahan penyebaran Covid-19 kepada masyarakat. Semua unsur diharapkan bekerjasama dan bersikap kooperatif dengan mengikuti anjuran pemerintah.

“Untuk teknisnya, masyarakat yang baru datang dari zona merah diharap melapor ke Puskesmas setempat sehingga bisa terpantau setiap hari,” tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Ciamis, dr Bayu Yudiawa menuturkan, untuk mengetahui hasil tes dari Labkes Pusat diperlukan waktu antara satu sampai tiga hari.

Seperti diketahui, uji spesimen Covid-19 hanya bisa dilakukan di laboratorium milik Kementerian Kesehatan yakni Balitbangkes Jakarta dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL), Laboratorium Biologi Molekuler Eijkman, dan beberapa laboratorium milik perguruan tinggi yang ditunjuk.

Bayu mengaku khawatir ketika banyak warga Ciamis yang berdatangan atau sengaja pulang kampung dari daerah berstatus zona merah Covid-19. Seperti Jakarta, Bandung dan daerah zona merah lainnya.

“Kapasitas kita untuk menampung PDP hanya 12 bed. Memang agak kerepotan, tapi Bupati sudah menyiapkan langkah untuk menyiapkan sarana fasilitas untuk PDP jika ada lonjakan pasien,” terangnya.

‘Kita sedang lakukan upaya untuk penjaringan berbasis masyarakat dengan merangkul semua pihak. Mulai dari pemerintah, pihak swasta hingga masyarakat diminta sigap melaporkan pendatang dari daerah zona merah,” tambahnya.

Terkait warga Ciamis yang sedang berada di luar negeri, pihaknya mengaku sudah memiliki data. Sehingga saat pulang kembali ke Ciamis, pihaknya siap melakukan langkah-langkah sterilisasi melalui tahapan sesuai prosedur.

“Yang sulit itu mendata warga Ciamis dari daerah berstatus zona merah. Berbeda dengan warga Ciamis yang di luar negeri lebih mudah di data, karena mereka memiliki Kartu Kesehatan yang diproses pihak pelabuhan maupun bandara,” tegasnya.

(Riza M Irfansyah/ars)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.