FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Social Distancing, Rajaban di Ciamis Tetap Digelar

Kami menilai rajaban masih tetap harus digelar

0 115

CIAMIS,FOKUSJabar.co.id: Meski ada anjuran untuk tidak menggelar kegiatan dengan potensi massa yang banyak, sejumlah daerah di Ciamis masih menggelar kegiatan pengajian seperti Rajaban.

Seperti salah satunya di Kecamatan Lumbung, Ciamis, warga menggelar rajaban seperti biasa malam minggu lalu, tapi dengan perhitungan proteksi kesehatan yang ditingkatkan.

Baca Juga: Satu Pasien di Kota Tasik Positif Corona

Tokoh Pemuda Darmaraja Dian Ardiansyah menjelaskan, bagi masyarakat di daerah pedesaan Ciamis anjuran untuk diam di rumah sudah menjadi rutinitas harian, karena memang jauh dari keramaian.

“Aktivitas kami di desa kebanyakan petani, jauh dari keramaian, jadi setiap hari rutinitas kerja pulang sudah, intensitas bersentuhan fisik sangat jarang,” kata Dian, Rabu (25/3/2020)

Menurut Dian, rajaban ataupun Isra Mi’raj ini menjadi salahsatu momentum silaturahmi yang sangat dinanti-nanti oleh seluruh warga yang notebene jarang bersosialisasi dengan rutinitas harian yang baku di pedesaan.

” Di daerah kami letak rumah masih berjauhan tarhalangi kebun, sungai dan sawah, jadi jarang berinteraksi dengan sesama. Kami menilai rajaban masih tetap harus digelar, dengan prosedur kesehatan yang benar, alhamdulilah sampai sekarang rangkaian kegiatan rajaban aman,” ungkap Dian.

Sementara itu salahsatu pemuka agama Ciamis Ustd Wasdi menuturkan, bulan ini memang banyak undangan untuk mengisi tausiah di acara rajaban atau Isra Mi’raj.

” Untuk kegiatan Rajaban memang banyak, ada beberapa yang dibatalkan, ada juga yang tetap digelar, tergantung budaya masyarakat di daerahnya,” ucap Ustd Wasdi yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis.

Ustd Wasdi menuturkan, untuk daerah yang masih menggelar Rajaban, dia menetapkan prosedur kesehatan ketat ditambah tambahan tema terkait sosialisasi antisipasi penyebaran Covid-19.

“Ya kita gelar dengan syarat prosedur kesehatan yang ketat, dan disematkan sosialisasi antisipasi penyebaran Covid-19,” kata Dia.

Ustd Wasdi mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada namun tidak panik, karena panik akan menimbulkan stres, dan stres akan menurunkan kekebalan tubuh.

(Riza M Irfansyah/DH )

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.