FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Kebijakan Pemerintah Perpanjang Belajar Dan Bekerja di rumah Tunggu Rapid Test

Rencanannya hari pertama Rapid Diagnostic Test (RDT) COVID-19 bagi kurang lebih 300 tenaga medis.

0 36

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat segara memastikan perpanjangan belajar dan bekerja di rumah setalah hasil rapid tes yang akan di laksanakan Rabu, (25/3/2020).

Rapid tes atau pemeriksaan secara masih yang dilkukan oleh pemerintah diketahui hanya untuk warga yang memiliki potensi terpapar tinggi seperti tenaga medis dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin atau RSHS Bandung.

Rencanannya hari pertama Rapid Diagnostic Test (RDT) COVID-19 bagi kurang lebih 300 tenaga medis.

Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, hasil tes berdasarkan undangan dan analisa itu akan menghasilkan peta persebaran yang terukur pada hari Jumat dan Sabtu. Setelah ada hasil dari rapid itu maka pemerintah akan memutuskan kebijakan perpanjangan sampaikan belajar dan kerja di rumah.

Perpanjang Belajar Dan Bekerja di rumah Tunggu Rapid Test

“Sehingga hasilnya kita bisa mengambil keputusan apakah bekerja atau bersekolah di rumah dilanjutkan satu Minggu atau bisa kembali lagi ke sekolah dan bekerja dengan berjaga jarak,” kata Emil panggilan Ridwan Kamil.

Baca juga: Wagub Jabar Minta Warga Disiplin Isolasi Mandiri

Pelakasaan rapid tes akan di bagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori A merupakan orang yang berstatus Pasien Dengan Pemantauan (PDP) atau Orang Dengan Pemantauan (ODP) beserta lingkaran keluarga pertemanan dan para perawat pasien.

Kemudian kategori B adalah warga yang memiliki interaksi yang sosial yang masif seperti wartawan, petugas transportasi, para ulama, pejabat publik dan pedang pasar.

Sementara kategori C, bagi bagi mereka yang bergejala apapun penyakitnya, namun gejalanya mirip dengan gejala yang diakibatkan virus corona atau Covid-19. Untuk rapid tes ini, Pemprov Jabar telah menyiapkan 20 ribu tes kit dengan memprioritaskan kategori A terlebih dahulu.

“Kami berharap hasil rapid tes ini bisa didapatkan dengan hasil yang nyata dan transparan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani mengatakan, pelaksanaan drive thru yang menjadi salah satu metode pemeriksaan akan ditunda selama satu hari.

“Door to door dan pemeriksaan di fasilitas layanan kesehatan tetap dilaksanakan, yang drive thru diundur karena masih diperlukan pendaftaran,” katanya.

Berli mengatakan, bagi masyarakat khususnya di kategori A bisa mendaftar lewat aplikasi Pikobar. “Bisa juga offline melalui Dinkes setempat, nanti kita akan masukkan ke Pikobar,” tuturnya. (As)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.