FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Virus dan Bakteri, Bahaya Mana?

Apabila dilihat dari sifat dan tingkat keparahan dampak yang ditimbulkannya, virus cenderung lebih susah untuk disembuhkan atau membutuhkan waktu yang lama

0 120

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Terdapat dua jenis mikroba yang dapat menyebabkan infeksi yaitu virus dan bakteri. Infeksi yang dihasilkan oleh virus dan bakteri ini seringkali sulit dibedakan disebabkan timbulnya gejala yang mirip. Walaupun demikian, kedua jenis infeksi tersebut pada dasarnya sangat berbeda.

Infeksi-infeki yang disebabkan dari kedua jenis mikroba ini memerlukan pengobatan yang berbeda satu sama lainnya. Manakah yang lebih berbahaya? Kita lihat jawabannya dibawah ini.

Infeksi Virus

Ukuran mikroba dari virus sangatlah kecil, bahkan lebih kecil dari bakteri. Hidup dan berkembang biak dengan cara menempel pada sel atau jaringan hidup. Bisa dikatakan mikroorganisme ini bersifat parasit, karena tidak bisa hidup sendiri tanpa adanya bantuan dari inangnya.

Virus cenderung merusak, membunuh dan mengubah sel di dalam tubuh, misalnya di dalam hari, darah atau saluran pernafasan. Jadi, setelah virus masuk ke dalam tubuh, mikroorganisme ini akan menyerang sel-sel di dalam tubuh inangnya, serta menguasai sel-sel tersebut dan terus berkembang biak di dalam sel.

Mikroorganisme ini juga sering menjadi pemicu terjadinya suatu penyakit, contoh penyakit yang disebabkan oleh virus adalah flu, cacar air, herpes, bahkan sampai penyakit yang lebih serius, seperti hepatitis B dan C, Ebola, HIV/AIDS dan penyakit yang saat ini mewabah di seluruh dunia yaitu Corona.

Beberapa penyakit akibat infeksi virus biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, pengobatannya adalah dengan memberikan obat antivirus. Perlu diketahui juga bahwa obat antibiotik tidak dapat membunuh virus di dalam tubuh.

Infeksi Bakteri

Bakteri, mikroorganisme yang bisa hidup di berbagai jenis lingkungan, termasuk di dalam tubuh manusia. Bakteri yang jahat bisa jadi penyebab munculnya penyakit pada tubuh manusia yang disebut bakteri patogen. Beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh infeksi bakteri patogen, antara lain radang tenggorokan, tuberkulosis atau juga infeksi saluran kemih.

Perbedaannya dengan virus adalah tidak semua bakteri itu jahat dan berbahaya, ada beberapa jenis bakteri yang secara alami hidup di dalam tubuh manusia yang berperan untuk melindungi tubuh dari bakteri patogen itu sendiri. Jenis bakteri ini disebut flora normal.

Pengobatan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbeda dengan pengobatan untuk infeksi yang disebabkan oleh virus. Untuk mengobati infeksi bakteri, biasanya seorang dokter akan memberikan obat antibiotik. Antibiotik sangat bermanfaat untuk menghambat perkembangan dan metabolisme bakteri di dalam tubuh manusia.

Namun, penggunaan dari antibiotik ini tidak selalu efektif untuk membunuh bakteri, karena bakteri dapat beradaptasi dengan cepat. Penggunaan yang tidak tepat justru malahan akan membuat bakteri malah menjadi kebal atau resisten terhadap antibiotik, dan antibiotik jadi tidak mempan untuk membunuh bakteri.

Virus dan Bakteri, Bahaya Mana?

Sampai sekarang pun belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa salah satu dari infeksi virus dan bakteri lebih berbahaya bagi kesehatan. Bahkan keduanya bisa menjadi sangat berbahaya, tergantung pada jenis dan berapa banyak jumlahnya di dalam tubuh manusia.

Apabila dilihat dari sifat dan tingkat keparahan dampak yang ditimbulkannya, virus cenderung lebih susah untuk disembuhkan atau membutuhkan waktu yang lama. Hal ini disebabkan ukuran virus bisa mencapai 10 hingga 100 kali lebih kecil dari bakteri.

Baca Juga : Vaksin Corona, Bio Farma dan Lembaga lainnya Terus Lakukan Penelitian

Hal ini dapat membuat virus memasukan DNA yang dimilikinya ke dalam sel tubuh atau mengabil alih sel-sel tubuh. Disaat sel-sel tersebut membelah diri, maka akan lahir sel yang sudah terinfeksi virus, inilah yang membuat infeksi yang disebabkan virus lebih susah untuk disembuhkan.

Virus juga bisa mengambil alih sel yang sedang berkembang, ia bisa menginfeksi bakteri. Karena itu, infeksi virus cenderung lebih berbahaya daripada bakteri, bukan berarti infeksi bakteri tidak berbahaya. Sebab, bakteri juga bisa menjadi sulit untuk diatasi apabila sudah kebal dengan antibiotik. 

(Ew, halodoc)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.