FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Kepala Puskesmas Mangunjaya Pangandaran Membenarkan Soal PDP Ditolak 5 Rumah Sakit

Selama 14 hari pasien dalam pantauan tenaga medis

0 65

PANGANDARAN, FOKUSJabar.co.id: Kepala Puskesmas Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Suharyanto pasien yang pulang dari Jakarta itu ditolak di lima rumah sakit. Puskesmas melakukan pemantauan terhadap keluarga seorang warga yang sempat kesulitan mendapatkan perawatan rumah sakit.

“Sekarang kami pantau keluarganya. Yakni kedua mertua, istri dan seorang anaknya. Saat ini kondisinya baik-baik saja. Kami pantau selama 14 hari ke depan, mudah-mudahan kondisinya tetap sehat,” kata Suharyanto, Jumat (20/3/2020).

Suharyanto menuturkan, dari lima RS yang menolak pasien tiga rumah sakit lainnya, yakni RSUD Banjar, Ciamis dan Tasikmalaya tidak didatangi langsung.

“Kalau RSU Banjar, Ciamis dan Tasik kami kontak via telepon, ternyata tidak bisa. Banjar nyambung tapi menyatakan penuh. Kalau Ciamis dan Tasikmalaya, ditelepon tak diangkat. Jadi kami kontak dulu, bukan kami datangi langsung sambil bawa pasien,” kata Suharyanto.

Baca Juga: PDP Covid-19 Asal Pangandaran Ditolak 5 Rumah Sakit

Setelah itu baru pria tersebut dibawa ke RS Siaga Medika dan RSUD Banyumas, meski akhirnya ditolak. Lanjut Suharyanto di Siaga Medika, perawat yang sudah mengenakan APD turun dari ambulan, rupanya membuat pihak rumah sakit ketakutan.

“Mungkin dikiranya sudah positif. Bahkan mereka tak membuka pintu, hanya nongol dari balik pintu,” katanya.

Suharyanti menambahkan, karena sudah kelelahan dan mengaku kondisinya membaik, pasien akhirnya minta diantar pulang ke rumahnya di Kecamatan Kedungreja Cilacap (sebelumnya Sekretaris Dinas Kesehatan Pangandaran, menyebut Kecamatan Sidareja Cilacap).

“Kami sudah koordinasi dengan Puskesmas Kedungreja, agar yang bersangkutan dipantau,” ucapnya.

Mengutip keterangan istri, Suharyanto menjelaskan pria itu pulang dari Jakarta pada Kamis (19/3/2020). Pulang dari Jakarta dia sudah dalam keadaan demam. Niat awalnya pulang ke rumah orangtuanya di Kecamatan Kedungreja Cilacap. Namun karena merasa tak kuat, dia memutuskan pulang ke Mangunjaya Pangandaran, ke rumah mertua dimana anak dan istrinya berada.

“Menurut pengakuannya. Majikan dia positif Corona. Bahkan tiga orang tetangga kontrakannya meninggal dunia. Tapi itu pengakuan yang bersangkutan, kami belum kroscek,” kata Suharyanto. (Agus/As)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.