FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Seluruh Destinasi Wisata di Pangandaran Ditutup

Penutupan guna mengurangi kerumunan massa

0 64

PANGANDARAN, FOKUSJabar.co.id: Guna mengantisipasi penyebaran Virus corona (Covid-19), seluruh destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran resmi ditutup mulai tanggal 18 sampai 30 Maret 2020. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat.

“Intinya kan menghindari kontak dengan banyak orang. ASN juga diliburkan selama dua minggu, dan tanggal 30 Maret 2020 ASN masuk kembali, tapi setiap hari kerja ada piket secara bergantian,” kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata usai rapat koordinasi dengan para Kepala SKPD, Camat, dan para pelaku wisata di Hotel Horison Palma Pangandaran, Rabu, (18/3/2020)

Lanjut kata Jeje, dengan adanya keramaian dapat mempercepat penyebaran Virus Corona. Maka dari itu masyarakat dihimbau untuk sementara waktu menghindari tempat keramaian.

“Penutupan guna mengurangi kerumunan massa, serta meminimalisir mobilitas warga dari luar kota,” ujarnya.

Baca Juga: Dampak Corona: Setelah Siswa, Kini Guru di Ciamis Bisa Nyantai di Rumah

Tidak hanya tempat wisata, kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak massa ditunda. Namun pelayanan seperti puskesmas dan Disdukcapil tetap jalan. Maka dari itu dengan diliburkannya selama dua minggu ini Jeje berharap, semuanya bisa berjalan dengan lancar.

“Kalau kita tidak menyesuaikan, pikiran saya untuk jangka panjangnya bakal kurang menguntungkan buat kita. Nanti saya akan kampanyekan pariwisata Pangandaran secara besar-besaran setelah libur dua minggu,” ucap Jeje.

Jeje menuturkan, pariwisata tidak ditutup pun, tingkat kunjungan sudah drastis menurun, karena sudah ada himbauan dari pusat. Apabila Pangandaran tidak ikut menyesuaikan nanti dianggap tidak melakukan pencegahan virus corona dengan baik dan itu akan merugikan Pangandaran kedepan.

“Dengan terpaksa kita putuskan pariwisata di tutup. Tentu akan berdampak pada perekonomian, tapi ini akan lebih baik kedepannya. Nanti peta siklusnya akan kelihatan dan ini upaya pencegahan yang baik,” kata Jeje.

Jeje menegaskan, bahwa pemerintah provinsi dan pusat sedang berupaya memotong siklus virus corona dan Pangandaran harus ikut menyesuaikan selama dua minggu.

“Kalau Pangandaran tidak ikut menyesuaikan nanti dianggap tidak menangani dengan serius dan akan merugikan,” pungkasnya (Agus/As)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.