FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Kunjungan Wisata 2020 Menurun Akibat Virus Corona, Ini Strategi Disparbud Jabar

Ada beberapa strategi yang akan dilakukan dalam mengantisipasi kondisi ini

0 26

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat menyusun staregi menstabilkan kunjungan wisata ke Jawa Barat menyusul adanya wabah virus corona (Covid-19).

Selama isu wabah Covid-19 ini merebak di Indonesia dan bertambahnya warga Indonesia yang positif terinfeksi virus corona, kunjugan wisata di Jabar kian menyusut.

Kepala Disparbud Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, kunjungan wisata mengalami penurunan. Misalnya dari sisi okupasi hotel turun dari mulai 5 persen hingga 7 persen. Kemudian dari kunjungan ke sejumlah destinasi wisata pun terhitung mengalami penurunan signifikan.

“Penuruan kunjungan ini harus kita atasi segera, jangan sampai dibiarkan sehingga kunjungan wisata terus kian menurun akibat isu corona virus ini,” kata Dedi usai acara dialog kepariwisataan di Hotel Aryaduta, Jalan Aceh Kota Bandung, Kamis (12/3/2020).

Baca Juga: Disuntik Virus Corona Perusahan di Inggris Gaji Rp 63 Juta

Dedi menjelaskan, ada beberapa strategi yang akan dilakukan dalam mengantisipasi kondisi ini. Mulai dari promo harga tempat wisata, hotel dan restoran hingga dukungan pengusaha wisata yang gebyar menggelar event atau atraksi di kawasan wisata masing-masing.

“Hal ini harus disepakati oleh seluruh industri wisata yang ada, kami perlu dukungan dari mereka,” ucapnya.

Selain itu, Dedi menambahkan, akan menanyakan kewenangan pusat terkait Pajak Penghasilan (PPh) industri pariwisata di Jabar. Khususnya Pasal 21 dan PPh Pasal 25.

“Kita juga coba mendorong pihak terkait, mereka ingin ada keringanan terhadap pajak pembangunan 1 (PB1). Itu adalah kewenangan kabupaten kota. Kira-kira gimana nih di industri pariwisata, mereka sudah siap tadi, tapi di sisi lain ada keinginan-keinginan tadi,” ucapnya.

Dedi mengaku, akan melakukan promosi di kawasan Jabar dan juga di beberapa kota di luar Jabar seperti Jakarta yang merupakan pintu gerbang masuknya wisatawan.

“Selain Jakarta dari luar daerah yaitu seperti Jogjakarta, Semarang dan juga Malang, kita juga akan melakukan promosi bersama dengan kota-kota tersebut,” tuturnya.

Sementara pemilik wisata The Great Asia Afrika Lembang Perry Tristianto mengatakan, penurunan kunjungan wisata terjadi jauh sebelum terjadi wabah virus Corona.

Baca Juga: Wabah Virus Corona Tak Berimbas pada Wisata di Kabupaten Tasikmalaya

“Harus diakui penurunan wisata ini bukan gara-gara virus corona semata namun jauh dari itu juga sudah menurun,” kata Perry.

Harus juga diakui, lanjut Perry, industri wisata tidak berani menggelar event atau membuka promo wisata. Maka tidak heran jika kunjungan wisata ke Jabar ini menciut.

“Misalnya akhir tahun kemarin, hotel yang menggelar event itu hanya Trans Hotel Luxury. Mereka menggelar konser besar dan itu akan menjadi kunjungan wisata,” kata Perry.

Dalam waktu dekat ini, Perry mengaku, segera menggelar event untuk meningkatkan kunjungan. Sebelumnya beberapa event tidak terhalang oleh virus corona namun tetap waspada.

“Artinya menghadapi isu virus corona ini, kita harus menjadikan kesempatan disamping daerah lain yang sedang membatasi kunjungan. Namun kita harus tetap mengedepankan kewaspadaan,” tegasnya.

(As/ars)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.