FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Berantas Parkir Liar, Ini Terobosan Dishub Kota Bandung

Minimnya lahan parkir dapat memicu parkir-parkir liar yang akhirnya menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan

0 5

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mulai melakukan penataan parkir dengan menyiapkan 4 terobosan baru untuk penertiban lahan parkir. Hal ini di lakukan untuk mengantisipasi munculnya parkir liar.

Kabid Manajemen Transportasi dan Parkir Dishub Kota Bandung, Khairur Rijal mengatakan, minimnya lahan parkir dapat memicu parkir-parkir liar yang akhirnya menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Terobosan baru pun disiapkan pihaknya.

Pertama, semua lahan parkir off street terutama yang besar- akan di pasang signboard di gerbang masuk terkait informasi slot parkir kosong yang ada.

“Jadi masyarakat yang mengantri ke tempat parkir tersebut mengetahui jika di lokasi parkit itu masih ada slot parkir kosong atau penuh, jadi tidak memaksakan diri. Kita lihat di beberapa titik antrian masuk ke lokasi gedung atau mall atau pusat perbelanjaan yang menjadi favorit, bisa ngantri keluar dan menyebabkan kemacetan lalu lintas,” jelas Khairur di Taman Sejarah, Jalan Aceh Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/3/2020).

Baca Juga : Parkir di Bahu Jalan, Dishub Kota Bandung Bakal Panggil Pengelola Kiara Artha Park

Yang kedua, di beberapa jalan utama masuk ke Kota Bandung, Dishub akan membuat signboard pemberitahuan awal agar masyarakat mengetahui jika di lokasi yang dituju ada slot parkir atau tidak.

Ketiga, di basement parkir. Dishub Kota Bandung akan memasang indikator parkir penuh atau tidak yakni dengan memberi tanda merah. Artinya, kalau merah menandakan basement tersebut sudah terisi penuh sedangkan hijau berarti basement masih kosong.

“Kalau kita masuk ke basement parkir yang besar itu kan harus muter-muter buat nyari slot parkir kadang-kadang sudah satu jam muter-muter tidak ketemu. Contoh di TSM, itu akan membuat bahan bakar terbuang, waktu juga terbuang dan sendatan di dalam basement,” katanya.

Lebih lanjut Khairur mengatakan, Dishub akan mencoba membuat aplikasi parkir. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengetahui slot parkir kosong di beberapa pusat perbelanjaan di Kota Bandung.

“Intinya kemudahan bagi masyarakat untuk mengetahui slot parkir kosong di tempat parkir-parkir. Jadi dari rumah sudah tahu duluan berapa sisa yang kosong, jadi kalau sudah penuh ngapain memaksakan. Beberapa sudah dilaksanakan, contoh di Jogja Sunda ada signboard di pintu masuk, kemudian kita akan coba pendekatan ke beberapa mall seperti TSM, Festival Citylink,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni/ars)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.