FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Sembuh Total, Kim: Virus Corona Bisa Dikalahkan

0 5

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Pasien terinfeksi virus Corona (Covid-19) asal Korea Selatan dan sudah dinyatakan sembuh, berbagi semangat kepada pasien terinfeksi yang masih berjuang. Dia adalah Kim Seung-hwan, pemilik restoran berusia 47 tahun yang dinyatakan terinfeksi pada 18 Februari 2020 dan sembuh pada 26 Februari 2020.

Hingga Jumat (6/3/2020) pagi, seperti dilansir kompas.com, penyebaran virus corona jenis baru penyebab Covid-19 kini telah dikonfirmasi positif di 84 negara. Tercatat 97.885 kasus positif terinfeksi, dengan angka kematian 3.348. Sementara, untuk pasien yang sembuh telah mencapai lebih dari 50 persen dari jumlah kasus atau sekitar 53.796.

Kim Seung-hwan tak pernah mengira akan terinfeksi virus corona. Setelah dinyatakan sembuh, Kim memberi semangat bagi mereka yang masih berjuang dan menegaskan jika virus corona dapat dikalahkan.

Penyakit yang berasal dari negeri Tirai Bambu, China, mulai menyerang Kim pada pertengahan Februari 2020. Saat itu, Kim merasakan sakit kepala setelah bekerja. Pergi ke dokter dan meminum obat, tak membuat rasa sakit Kim sembuh namun semakin memburuk.

“Saya masih tak berpikir kalau terkena virus corona. Saya hanya melihat itu di berita tentang China dan tidak melakukan perjalanan ke luar Korea Selatan baru-baru ini,” kata Kim seperti dilansir Washington Post.

Tak kunjung membaik, Kim memutuskan memeriksakan diri ke rumah sakit yang lebih besar di Daegu pada 18 Februari 2020. Namun beberapa jam sebelum Kim tiba di rumah sakit, kasus virus corona pertama dikonfirmasi di Kota Daegu.

BACA JUGA: Polres Banjar Salurkan 725 Kg Beras bagi Warga Terdampak Corona

Perawat dengan alat pelindung pun menyambutnya di rumah sakit di Daegu dan membawanya ke ruang isolasi. Di ruangan itu, Kim sadar jika virus corona telah merenggut banyak nyawa. Termasuk mereka yang masih muda dan sehat.

Ketika kondisi tubuhnya makin memburuk, pikiran negatif pun mulai hinggap di kepala Kim, ‘Apakah penyakit itu akan merenggut nyawanya?’.

“Ketakutan mengenai apa yang akan terjadi pada tubuh saya muncul ketika saya dibiarkan dalam kegelapan. Saya terus bertanya-tanya apakah virus itu mengancam hidupku,” kenangnya.

Karena menunjukkan gejala layaknya pneumonia, Kim dikarantina di ruang dengan tekanan negatif kedap udara. Dokter mengambil swap dari hidung dan mulutnya untuk pengujian lebih lanjut. Sementara Kim, tetap menghuni ruang isolasi untuk menunggu hasil tes.

“Satu-satunya hal yang bisa saya dengar adalah suara dengung ventilator,” tutur Kim.

Kim dan sejumlah pasien lain di Daegu dan Provinsi Gyeongsang Utara terbukti positif virus corona. Dirinya termasuk di antara kasus pertama yang dikonfirmasi di Korea Selatan.

Kekhawatiran akan keluarganya membuatnya tak bisa tidur selama beberapa malam secara berturut-turut. “Saya sangat lelah, tapi tak bisa tidur karena rasa sakit yang terasa di seluruh tubuh saya,” jelas Kim.

Kim merasakan panas luar biasa di atas tempat tidurnya. Suhu tubuhnya melonjak di atas 100 derajat Fahrenheit atau di atas 37,7 derajat celcius. Dokter di rumah sakit memberinya antibiotik, obat-obatan lain, dan cairan intravena.

Empat hari dalam perawatan, tepatnya pada 21 Februari 2020, para dokter mengatakan jika paru-parunya telah normal. Gejela-gejala infeksi mulai hilang, demam mereda, dan kepalanya pun berhenti sakit.

Kendati demikian, kekhawatirannya tak lenyap. Laporan berita di televisi mengalihkan perhatiannya ketika kasus kematian pertama akibat virus corona di Korea Selaran diumumkan. Pertanyaan-pertanyaan lain kembali memenuhi pikiran Kim, Apakah virus itu akan melumpuhkan tubuhnya? Apakah dirinya menginfeksi keluarga dan pelanggan di restorannya?

Setelah dinyatakan positif beberapa hari sebelumnya, pemerintah provinsi telah melacak dan menerbitkan daftar tempat yang dikunjunginya selama empat hari sejak menunjukkan gejala. Klinik yang dikunjungi oleh Kim dan restoran makanan lautnya termasuk di antara daftar itu. Keluarga dan pelanggan restorannya telah diuji. Kim bersyukur ketika tak ada keluarganya yang positif. Begitu pun dengan pelanggannya.

Kesehatan Kim membaik, hingga dinyatakan sembuh. Kim pun bisa kembali berkeliling di lingkungannya dan mulai melakukan latihan ringan. Pada 24 Februari 2020, hasil tesnya negatif juga hasil tes di hari berikutnya.

Pada 26 Februari 2020, delapan hari setelah didiagnosis, Kim diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
“Saya sangat lega. Sangat senang bisa dikelilingi keluarga saya. Tapi saya tetap ketakutan akan infeksi ulang masih melekat dalam pikiran saya sehingga mengisolasi diri. Namun dokter memberitahu jika saya bisa kembali ke kehidupan sehari-hari saya,” tuturnya.

Kim merasa beruntung telah menerima perawatan yang tepat. Kim pun berpesan kepada pasien lain jika virus corona dapat dikalahkan.

“Virus corona dapat dikalahkan. Saya sekarang sudah sepenuhnya pulih dan melakukan push-up di pagi hari,” pungkasnya.

(ars)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.