FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Gedung Perkuliahan Baru di Kampus Tasikmalaya, Upaya UPI Songsong Era Industri 4.0

0 141

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.co.id : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus bertransformasi dalam dunia pendidikan melalui berbagai terobosan-terobosan baru. Hal itu disampaikan Rektor UPI Prof. Asep Kadarohman saat meresmikan gedung perkuliahan baru UPI Kampus Tasikmalaya di Jalan Dadaha Nomor 18 Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (20/2/2020).

Peresmian Gedung baru UPI Kampus Tasikmalaya diawali dengan prosesi gunting pita oleh Rektor UPI Asep Kadarohman yang disaksikan Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Nandang Suryana serta pejabat di lingkungan UPI Bandung dan Tasikmalaya.

Rektor menuturkan, gedung baru ini sebagai upaya memenuhi tuntutan standar nasional perguruan tinggi. Termasuk sejalan dengan rencana pembukaan program studi baru.

“Bukan hanya gedung, kita lengkapi juga dengan gedung laboratorium yang akan segera dibangun,” ujar Asep.

Dijelaskan, gedung baru sangat penting dalam menunjang proses perkuliahan di kampus. Terlebih UPI Kampus Tasikmalaya yang saat ini membuka program studi baru yakni kewirausahaan dan bisnis digital selain prodi utamanya PGPAUG dan PGSD.

“Kedepan, UPI Tasikmalaya akan membuka prodi baru yakni Pascasarjana PGSD, studi desain dan produk industri sehingga kampus ini akan lebih berkembang,” tuturnya.

Pengembangan kampus UPI, lanjutnya, sebagai langkah dalam menyongsong era industri 4.0 yang membutuhkan SDM handal dan berdaya saing. Untuk itu, UPI tidak hanya konsen menyiapkan pendidikan guru, namun mulai merambah di sektor keilmuan lainnya seperti kewirausahaan, bisnis digital, desainer, otomotif, multimedia, jasa industri dan lainnya.

“Sehingga lulusan UPI benar-benar menjadi SDM yang siap bekerja dan membuka lapangan kerja,” tambahnya.

Sejak berdiri tahun 1954, UPI sudah meluluskan jutaan orang dan telah berkontribusi positif dalam pembangunan serta mencerdaskan generasi penerus bangsa. Seiring dengan perkembangan jaman, UPI pun mendapat tugas dari pemerintah untuk melahirkan ilmuan, usahawan, peneliti dan keahlian lainnya.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya tekstual namun harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembentukan karakter bisa berkembang dengan baik.

“Kita menyadari untuk membangun bangsa, tidak hanya dibutuhkan lulusan yang berintelektual tinggi tapi lebih penting dibutuhkan SDM yang memiliki akhlak dan karakter yang mulia,” pungkasnya.

(Seda/ars)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.