FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Konflik AS-Iran Picu Kurs Rupiah Menguat 54 Poin

0 3

JAKARTA, FOKUSJabar.co.id: Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memperkirakan rupiah kembali menguat hari ini didorong turunya tensi geopolitik antara AS-Iran setelah Pidato Trump kemarin. Ahmad menilai Trump memutuskan untuk menjatuhkan sanksi ekonomi baru, dibanding melanjutkan serangan militer ke Iran pasca-serangan balasan Iran kemarin.

Meredanya tensi geopolitik meningkatkan nilai mata uang dolar dibandingkan mata uang kuat negara lain yang diukur dari indeks dolar yang naik 1,02 persen (ytd).

“Rupiah kemungkinan lanjutkan penguatan seiring keinginan pemerintah untuk menerbitkan global bond. Kenaikan harga CPO juga menjadi katalis positif bagi kenaikan rupiah,” kata Ahmad seperti dilansir Bisnis.com, Jumat (10/1/2019).

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (14/1/2020). Kurs yang pada hari Senin (13/1) dari posisi Rp13.708, menguat 54 poin atau 0,39 persen di level Rp13.654 per dolar AS.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah) :

(14 Januari 13.654)

(13 Januari 13.708)

(10 Januari 13.812)

(9 Januari 13.860)

(8 Januari 13.934)

Sumber: Bank Indonesia

Kurs jual ditetapkan di Rp13.722 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.585 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp137.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak ke level Rp13.657 per dolar AS dengan penguatan 16 poin atau 0,12 persen pada pukul 11.01 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di level 13.642 – 13.658.
nilai tukar rupiah menguat, terapresiasi 18 poin atau 0,13 persen di posisi 13.655 pada Selasa (14/1).

Penguatan nilai tukar rupiah mulai berlanjut dengan dibuka terapresiasi 18 poin atau 0,13 persen di posisi 13.655 pada Selasa (14/1). Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di level 13.642 – 13.658.

(Candra/LIN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.