FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Cegah Pengaruh Budaya Luar, Kesbangpol Kota Bandung Helat Pegelaran Budaya

0 7

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung menyelenggarakan Pagelaran Ketahanan Budaya, di Balaikota Bandung, Jalan Wastukencana, Minggu (8/12/2019).

Acara bertajuk ‘Menguatkan Kearifan Lokal di Era Digital’ itu digelar untuk menjaga nilai-nilai budaya Indonesia, khususnya budaya Sunda di Kota Bandung agar tidak terkikis oleh perubahan zaman.

“Kita ingin mengantisipasi ancaman budaya luar yang dibawa masuk ke Indonesia melalui kanal-kanal digital,” kata Sekretaris Kesbangpol Kota Bandung Lusi Susilayani.

Kendati tidak mengesampingkan manfaat digitalisasi dalam setiap aspek kehidupan, Lusi ingin agar warga Kota Bandung tetap mengindahkan identitas lokal Sunda. Terlebih identitas yang menjadi jati diri Sunda ini harus tetap tertanam dalam diri warga kota.

“Jangan sampai ‘jati kasilih ku junti’. Jangan sampai budaya sudah diklaim bangsa lain kita baru berkoar-koar. Padahal kita yang lalai terhadap pelestarian budaya ini,” kata dia.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Priana Wirasaputra mengatakan, pihaknya khawatir banyak anak muda tidak begitu senang dengan kesenian daerah. Bahkan penggunaan Bahasa Sunda juga sudah mulai berkurang.

“Saya ngobrol dengan salah satu profesor dari Unpas. Ada penelitian orang Jepang yang mengatakan bahwa penutur Bahasa Sunda mulai berkurang. Penggunaan Bahasa Sunda di tengah-tengah kita harus diperkuat. Karena bicara budaya bukan hanya kesenian, tapi aspek-aspek lain juga, termasuk bahasa,” kata Priana.

Mantan Kadisparbud Kota Bandung itu pun mendorong semua pihak untuk bersama-sama melestarikan budaya Sunda. Dia mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya mengenalkan kembali budaya Sunda di kalangan milenial.

“Saya berharap forum ini menginspirasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya, yang pada hakekatnya mempertegas identitas dan karakter bangsa. Semoga kita bisa tetap konsisten dengan visi perjuangan merawat keaneka-ragaman budaya, sebagai salah satu pilar tegaknya visi Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis,” kata dia.

(Yusuf Mugni/LIN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.