FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Pemprov Jabar Banyak Munculkan Program “Siluman”

0 2

BANDUNG,FOKUSJabar.co.id: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dianggap banyak memasukkan program siluman ke dalam rencana kerja 2019 ini.

Selain karena tiba-tiba muncul dan tidak pernah dibahas terlebih dahulu bersama pihak-pihak terkait, saat ini program itupun banyak yang tidak berjalan.

Demikian disampaikan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Demokrat Asep Wahyu Wijaya di Bandung, Rabu (9/10/2019).

Menurut dia, banyak program Pemprov Jabar di 2019 ini yang muncul tiba-tiba, bahkan tidak melalui pembahasan dengan dewan. Sebagai contoh, dia menyayangkan tiba-tiba munculnya penataan Situ Rawa Kalong di Kota Depok tahun ini.

DPRD Jabar bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawahnya tidak pernah membahas proyek yang menelan biaya Rp30 milyar itu.

“Ini gila. Ada penataan situ, tidak pernah diajukan OPD, nggak pernah dibahas, tiba-tiba programnya ada di sana untuk tahun sekarang,” kata Asep.

Selain tidak pernah dibahas, pihaknya pun menyayangkan revitalisasi situ itu, karena kewenangannya bukan di Pemprov Jabar. Penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) itu kewenangannya di pemerintah pusat, sehingga akan menyalahi aturan jika menggunakan APBD Provinsi Jabar.

“Itu bukan kewenangan kita. Kalimalang, itu kan pusat kewenangannya,” kata dia.

Tidak hanya itu, penataan alun-alun yang menjadi rencana kerja unggulan Emil pun menuai polemik. Dia heran dengan tiba-tiba munculnya penataan alun-alun Ciri Mekar di Kabupaten Bogor dan tidak pernah dibahas terlebih dahulu dengan DPRD Provinsi Jabar.

Asep menyebut, di kepemimpinan sebelumnya (Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar), sudah sepakat merevitalisasi alun-alun Jonggol di Kabupaten Bogor, bukan Ciri Mekar.

“Banyak lagi contoh lain yang tiba-tiba muncul , tidak dibahas dulu,” kata dia.

Akibat program kerja ‘siluman’ itu, banyak program kerja Pemprov Jabar pada 2019 ini jalan di tempat. Selain dana yang tidak diserap, hal ini pun menunjukkan ketidakefektifan program kerja itu.

“Dampak tidak berkomunikasi, tidak dibahas terlebih dahulu, banyak program kerja yang mogok,” kata Asep.

(LIN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.