FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Misteri Pohon Serut: Dua Warga Ciamis Meninggal

0 247

BANJAR, FOKUSJabar.co.id: Dua orang warga Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat beberapa waktu dikabarkan meninggal dunia setelah ditemukan di bantaran Sungai Citanduy.

Bantaran sungai tersebut persis berada di perbatasan antara Kota Banjar-Ciamis, tepatnya di antara Desa Waringinsari Kota Banjar dan Desa Cintararu Lakbok.

Solikin (50), salah satu warga yang meninggal, sebelumnya ditemukan warga setempat sudah tak berdaya di lokasi yang dikenal keramat itu pada Sabtu (31/8/2019) lalu.

Menurut Suroto (45), warga yang juga tetangga Solikin, sehari sebelumnya Solikin mendatangi sahabatnya, Kuswa untuk mengajak mencari kayu bakar di lokasi itu. Saat itu, Kuswa sedang di luar dan Solikin pun berangkat sendiri mencari kayu bakar.

“Nah pada pagi harinya, warga dan keluarga mencari lagi di tempat yang sama. Anehnya, dia (Solikin) bisa ditemukan, namun keadaannya kritis di sebelah kayu hasil pencariannya,” kata Suroto, Senin (16/9/2019).

Kabar meninggalnya Solikin pun tersiar. Sebagian warga ada yang menyangkut pautkan peristiwa tersebut dengan berbagai kejadian mistis lantaran lokasi ditemukannya dikenal keramat.

Sepuluh hari kemudian, Kuswa (53) juga dikabarkan meregang nyawa di lokasi yang sama saat mencari kayu bakar sambil menggendong cucunya.

Kuswa diketahui sudah tak sadarkan diri sekitar pukul 14.00 WIB. Karena kejadian ini, Kuswa pun dibawa ke RSUD Kota Banjar, namun sayangnya dia sudah meninggal.

Ading (35), salah seorang warga, menduga kematian tersebut erat kaitannya dengan amarah penunggu Pohon Serut di sekitar lokasi ditemukannya Solikin.

“Kemarin kan Pohon Serut itu dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Apalagi di lokasi tersebut ada Makam Eyang Joyo Sukatmo, salah satu tokoh yang membuka lahan di wilayah ini,” kata Ading.

Tokoh Pembuka Bantaran Sungai Citanduy

Juru Kunci (Kuncen) Makam Eyang Joko Sukamto, Karmo (80) membenarkan bahwa pohon Serut yang tumbuh di sekitar makam keramat itu dirusak orang tak bertanggungjawab.

“Beberapa waktu lalu, pohon bambu di sekitar makam memang dibongkar oleh pemilik tanah agar terlihat bersih, tapi tidak dengan pohon serutnya. Sebab, pohon Serut itu menjadi penanda dari Makam Mbah  Joyo Sukatmo, dan benar adanya bahwa pohon Serut yang berada tepat di makam diacak-acak akarnya oleh orang tidak bertanggungjawab dan hilang separuh,” kata Karmo.

Karmo pun mendengar kabar meninggalnya dua orang yang bersahabat itu, yakni Solikin dan Kuswa.

Meski ramai menjadi perbincangan, dia mengungkapkan bila kematian keduanya karena darah tinggi.

“Menurut Dokter, tekanan darag Solikin mencapai 280, dan Kuswa mencapai 180. Jadi, bila ada yang mengaitkan dengan penunggu di sana, mungkin hanya kebetulan saja. Yang menentukan seseorang hidup atau mati kan Alloh, bukan penunggu pohon,” kata Karmo.

Kaitannya dengan pohon Serut yang tumbuh di sekitar makam itu, kata Karmo, merupakan tanda dari Mbah Joyo yang merupakan tokoh pembuka atau Babad Alas di wilayah Dusun Citamian, Desa Cintaratu.

Joyo Sukatmo diketahui berasal dari Brebes, Jawa Tengah, dan tinggal di bantaran Sungai Citanduy setelah pindah ke wilayah Jawa Barat.

“Dulu di sana ada perkampungan, Ada sekitar  satu RT. Saya ingat sekali sekitar tahun 1955 saat Pemilu pertama digelar, di sana masih ada perkampungan, tapi sekarang sudah tidak ada,” ungkap Karmo.

Setelah tokoh tersebut meninggal, banyak warga yang berziarah ke makamnya sebagai penghormatan kepada salah satu tokoh yang membuka wilayah tersebut.

“Paling yang datang ke sana orang-orang tertentu saja yang tahu sejarahnya. Alhamdulillah warga di sini peduli dengan tempat peristirahatan beliau, dan sekarang sudah dipagar,” pungkas dia.

(Zaki/LIN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.