FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Kuasai Legislatif, Gerindra PKS Bakal Makin Kritis

0 0

BANDUNG,FOKUSJabar.co.id: Pleno hasil suara pemilihan legislatif (Pileg) dan pendistribusian kursi legislatif oleh KPU Jabar menetapkan Gerindra sebagai partai dengan suara dan kursi terbanyak, yakni 25 kursi dari perolehan sekitar 4,3 juta suara.

Disusul PKS dengan 21 kursi, sedangkan pemenang di periode 2014-2019 PDIP tergusur ke posisi tiga, kemudian dibawah PDIP ada Partai Golkar yang menurun dari 17 ke 16 kursi.

Partai pengusung Ridwan Kamil, yakni PKB berada di posisi keempat dengan raihan 13 kursi.

Dengan demikian dapatkan dipastikan Gerindra menjadi ketua dewan diperiode sekarang dengan bantuan PKS yang menjadi seketutu abadinya di kursi wakil ketua DPRD.

Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubaroq mengatakan, ada 10 partai politik yang menempatkan 120 kadernya di DPRD Jabar. Semua hasil pemilihan sudah diterima oleh semua partai politik.

“Kami tetapkan 120 caleg terpilih pada Pileg 2019 yang berasal dari PKB 12 kursi, Gerindra 25 kursi, PDIP 20 kursi, Golkar 16 kursi, Nasdem 4 kursi, PKS 21 kursi, PPP 3 kursi, PAN 7 kursi, Demokrat 11 kursi, Perindo 1 kursi,” kata dia di kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (13/8/2019).

Setelah proses ini selesai, kata Rifki, KPU akan menyerahkan berkas untuk penetapan dan pengesahan. Kalau kemudian ada calon terpilih tersandung masalah hukum, nanti akan berposes dulu sampai ada keputusan dari pengadilan.

Sementara itu Wakil Ketua Gerindra Jawa Barat Buky Wibawa menyatakan akan aktif mengkritisi kinerja pemerintah yang dianggap tidak baik. Gerindra, kata dia, akan mengedepankan kepentingan masyarakat Jabar.

Itu yang diutamakan terlebih jika pihak eksekutif bisa berjalan selaras dengan legislatif

“Saya kira memang anggota dewan itu salah satu tugasnya memang harus berteriak. Harus kritis. Sesuai dengan kapasitas kami sebagai anggota dewan,” kata dia.

Bucky menilai, Ridwan Kamil punya potensi sebagai pemimpin. Tetapi, dia mengingatkan bahwa kapasitas ketika menjadi wali kota dan Gubenur itu berbeda tugasnya. Menjadi gubenur jauh lebih berat dan luas.

“Jadi mungkin kita akan melihat apakah konsep berpikirnya itu sebagai gubernur atau masih wali kota. Kemudian Program-program, kita akan lihat itu kan persoalan Jabar banyak, seperti lingkungan, kesejehateraan masyarkat, pembangunan dan sebagainya,” kata Buxky.

Di samping itu, sebagai peraih kursi terbanyak, Gerindra masih melakukan seleksi mengenai sosok yang akan ditempatkan menjadi ketua dewan.

Dia menyebut Ketua DPD Gerindra Jabar Brigjen Taufik Hidayat memiliki kans cukup besar untuk memimpin DPRD Jabar.

“Kami belum tahu keputusan DPP akan memilih siapa. Tapi pak Taufik memiliki kans mempinpin DPRD,” kata dia.

(AS/LIN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.