FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Tolak Kekerasan Sengketa Pilpres

0 1

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.co.id: Sejumlah elemen masyarakat, tokoh Agama, ulama, Ormas, tokoh pemuda termasuk wakil rakyat mengaku prihatin, menyayangkan sekaligus menolak jika timbul kekerasan dalam penyelesaian sengketa Pemilu. Khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Agus Wahyudin mengatakan, penyelesaian sengketa harus diselesaikan dengan cara-cara bijak dan konstitusi tidak dengan kekerasan atau intimidasi lainnya karena akan menimbulkan permasalahan baru.

” Kita menolak keras segala bentuk tindakan anarkis, kekerasan dan hal-hal yang destruktif dilakukan oleh sekelompok orang dalam menyelesaikan sengketa Pemilu 2019. Penyelesaiannya harus dengan cara konstitusional, dan percayakan sepenuhnya kepada institusi yang berwenang,” kata Wahyudin.

Untuk itu, Dia mengajak seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya untuk tidak ikut terlibat dalam tindakan kekerasan dan anarkis terkait gugatan Pilpres 2019.

” Atas nama pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya mendukung penuh penegak hukum dalam rangka menindak tegas tindakan anarkis dan kekerasan yang telah dilakukan sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab,” tegas Wahyudin.

Senada dikatakan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ass Sunnah Cihideung, Kota Tasikmalaya, Ustadz Maman Suratman. Menurut dia, tindakan anarkis dan kekerasan dalam penyelesaian sengketa Pemilu bertentangan Undang-Undang konstitusi yang tidak mencerminkan sistem Demokrasi.

” Saya menolak keras cara-cara kekerasan, anarkis dan radikalisme dalam menyelesaikan sengketa Pilpres. Tindakan tersebut jelas-jelas menghianati dan mencederai sistem demokrasi di Indonesia,” katanya.

Dia menjelaskan, perjalanan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini merupakan bentuk demokrasi, patut kita hormati, dijaga dan dipelihara oleh rakyat Indonesia dengan tidak melakukan tindakan-tindakan kekerasan, kerusuhan dan sejenisnya.

” Saya dukung penuh TNI/Polri untuk menindak tegas mereka yang melawan hukum. Saya ajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban, keamanan, ketenteraman serta kerukunan dalam hidup beragama dan bermasyarakat. Apa pun hasilnya nanti di MK, kita harus hargai dan hormati bersama,”  singkat Maman.

(Seda/Bam’s)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.