FokusJabar Onlinenya Jawa Barat
728-x-90-02 mobile

Jelang Lebaran, Stok Pangan di Kota Bandung Aman

0 0

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan stok pangan aman di pasaran dengan harga yang relatif stabil. Sehingga warga diimbau tak panik.

Plt. Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan e-Commerce Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Iim Dewi Mulyani memastikan, pihaknya selalu memantau harga dan ketersediaan 22 komoditas utama dan penting.  Termasuk elpiji 3 kg.

Menurut dia, pemantauan dilakukan di 33 pasar tradisional dan 61 pasar modern. Pascakenaikan harga bawang putih di awal Ramadan lalu, pihaknya semakin memperketat pengawasan.

Dia mengaku telah beberapa kali mengintervensi harga dengan menggelar operasi pasar dan bazar murah di beberapa lokasi. Hal itu bertujuan untuk menyetabilkan harga pasar.

“ Sekarang harga sudah stabil. Lonjakan tidak signifikan, kecuali menjelang Idul Fitri. Masyarakat akan mengonsumsi lebih dari biasanya. Dengan pasokan dari Dispangtan (Dinas Pangan dan Pertanian), Insya Allah aman,” ujar Iim dalam acara Bandung Menjawab, di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis (23/5/2019).

Sementara itu, Kepala Bidang Keamanan Pangan Dispangtan Kota Bandung, Ermariah mengatakan, satuannya telah bergerak memastikan keamanan pasokan sejak sebelum Ramadhan.

Pihaknya telah menemui pemasok bahan pangan. Terutama pangan segar untuk memastikan ketersediaan pasokan di Kota Bandung.

“ Kami sudah ke Ciamis menemui peternak ayam yang biasa memasok ke Kota Bandung guna memastikan bisa menyediakan kebutuhan untuk lebaran. Kami juga sudah menemui ‘feedloater’ dan pemasok telur di Blitar,” terangnya.

Antisipasi Dispangtan difokuskan terhadap ketersediaan 3 komoditas. Yakni, ayam, daging sapi dan telur. Setiap tahun, permintaan komoditas itu melonjak naik menjelang lebaran.

Rumah Potong Hewan (RPH) yang biasanya memotong daging ayam 60-80 ekor per hari sudah siap memotong sekitar 240 ekor per hari menjelang lebaran. Hal yang sama juga berlaku untuk pemotongan sapi.

“ Permintaan telur paling tinggi, karena kalau di Kota Bandung banyak industri kue. Hari ini harganya berkisar Rp23-24 ribu per kg. Itu masih wajar,” kata Ermariah.

Selain itu, pasokan daging di Kota Bandung juga diamankan dengan adanya impor daging sapi dari Australia dan kerbau dari India. Dengan cara ini, harga daging diharapkan tidak melonjak terlalu tinggi.

“ Dari segi harga untuk daging sapi tidak perlu khawatir. Karena pasokannya cukup. Ditahan harganya oleh daging sapi impor dan kerbau impor,” imbuhnya.

Saat ini, harga daging sapi segar berkisar antara Rp110-120 ribu per kg. Sedangkan daging beku sapi dijual seharga Rp100.000 dan daging kerbau Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam masih berada di angka Rp34-36 ribu per kg.

“ Harga-harga itu masih wajar. Kalau kenaikannya melebihi 15 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET), kami baru akan operasi pasar,” pungkas Hermaria.

(Yusuf Mugni/Bam’s)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.