FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Ketum Golkar Selamatkan Partai dari Risiko Keterpurukan

0 1

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut bahwa Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mampu menyelamatkan Golkar dari risiko keterpurukan.

Sebab, Airlangga dianggap mampu mempertahankan posisi Golkar di urutan kedua peraihan kursi DPR setelah PDIP.

Berdasarkan data internal Golkar dari hasil pleno KPU 34 provinsi (80 dapil) Golkar meraih 85 suara dan berada di posisi kedua setelah PDIP dengan 128 kursi di DPR. Disusul Gerindra dengan 78 kursi, Nasdem di urutan keempat dengan perolehan 59 kursi dan PKB urutan kelima dengan 58 kursi di senayan.

Meski perolehan kursi Golkar tak sesuai target 100 kursi, Dedi menilai pencapaian tersebut patut diapresiasi karena sudah menyelamatkan Golkar dari risiko keterpurukan, yakni di bawah partai yang meraih 10 persen suara.

“Pak Airlangga Hartato menyelamatkan Golkar dari risiko keterpurukan. Pemilu saat ini sebenarnya yang menarik adalah Golkar berada di posisi kedua meski tak sesuai target,” kata Dedi, Selasa (21/5/2019).

Menurut dia, kepemimpinan Airlanggar cukup efektif dalam memimpin Golkar. Terlebih di era Airlangga Golkar mengalami guncangan. Mulai ancaman terbelah dua hingga masalah hukum yang menimpa ketua umum sebelumnya, Setya Novanto. Selain itu, terjadi beberapa kali musibah hukum yang dialami elite Partai Golkar.

“Belum lagi pemilu tahun ini yang berat. Pilpres tidak memberi efek elektoral pada Golkar, tetapi cara-cara ketum menyelamaykan Golkar sudah berhasil,” kata Dedi.

Tidak hanya itu, Airlangga pun mampu melakukan konsolidasi dengan baik terhadap kader Golkar mulai dari pusat hingga daerah. Bahkan Airlangga sering memberikan dukungan bagi Golkar di daerah untuk meningkatkan elektabilitas.

“Hasil kerjanya sekarang sudah terbukti. Golkar tetap bertahan di tengah situasi yang sulit ini,” jelas Dedi.

(LIN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.