FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

11 Jam Geledah Ruang Wali Kota Tasikmalaya, KPK Keluar Bawa Dokumen

0 0

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.co.id: Puluhan Penyidik KPK meninggalkan kantor Balaikota Tasikmalaya setelah melakukan penggeledahan selama hampir 11 jam di ruangan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman Rabu (24/04/19) petang.

Saat meninggalkan Balaikota Tasikmalaya, penyidik KPK membawa beberapa dokumen dari ruangan kerja Wali kota Tasik yang disimpan di dalam dua buah koper dan satu bok kontainer.

Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 18.45 WIB, ada sekitar 13 orang penyidik KPK yang melakukan penggeledahan. Selain ruangan kerja Wali Kota Budi Budiman, ada sejumlah ruangan kerja pejabat di lingkungan Pemkot Tasikmalaya juga ikut digeledah, diantaranya ruang kerja Kadis Kesehatan Cecep Zaenal Kholis, ruang kerja Kadis PUPR Adang Mulyana, dan ruang kerja Direktur Utama RSUD dr. Soekardjo Wasisto Hidayat. Saat ini ruangan tersebut telah disegel KPK.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman saat keluar ruangan langsung diserbu Media dan sempat memberikan keterangan.

” Iya penyidik KPK telah menggeledah dan membawa sejumlah dokumen penting di ruangan. Terkait penetapan saya tersangka dalam kasus yang sedang saya jalani, itu kita tunggu saja penertapan resmi KPK,” kata Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

Dia pun meminta kepada wartawan menanyakan langsung ke KPK agar lebih jelas.

“Kita ikuti saja proses hukum sambil menunggu berita resmi dari KPK,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya M Yusuf menegaskan bahwa hingga saat ini Budi Budiman masih resmi sebagai wali kota. Terpenting saat ini, kata dia, adalah mengikuti proses hukum yang berjalan.

“Usai digeledah ruangannya kita sempat ngobrol seputar pekerjaan, beliau menitipkan saja Kota Tasikmalaya karena beliau sedang menjalani proses hukum KPK,” jelas Yusuf.

Terkait wali kota sudah ditetapkan tersangka oleh KPK, pihaknya mengaku tidak mengetahui. Pihaknya hanya memberikan dukungan moril kepada wali kota. Dia mengaku dipanggil ke ruangan wali kota dan berbincang.

“Saya katakan tetap semangat, roda pemerintahan Kota Tasikmalaya akan tetap berjalan normal,” tegas dia.

Diketahui, bahwa kasus yang menjerat Wali Kota Budi Budiman yakni, adanya dugaan suap atau pemberian uang sejumlah Rp700 juta kepada pegawai kementerian keuangan atas nama Yaya Purnomo untuk memuluskan pencairan DAK dan Dana Insentif Daerah (DID) Kota Tasikmalaya tahun 2018. Kemudian Yaya Purnomo terkena OTT dan sudah ditetapkan tersangka oleh KPK serta telah menjalani sidang.

(Seda/LIN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.