FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Proses Pemilu di Jabar, Puluhan Petugas Meninggal Dunia

0 1

BANDUNG, FOKUSJabar.co.id: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mencatat 40 petugas meninggal dunia saat penyelenggaraan Pemilu.

Saat ini dinas kesehatan dilibatkan memantau petugas dalam proses rekapitulasi yang masih berlangsung.

Adapun petugas yang meninggal, yakni ketua KPPS, Anggota KPPS, Staf KPU atau petugas PPS dan PPK. Mereka meninggal dunia diduga karena kelelahan fisik, psikis, ada pula yang mempunyai riwayat kesehatan yang bermasalah, seperti penyakit jantung.

“Dari catatan yang ada, sudah ada 40 petugas yang meninggal dunia. Kami turut berduka dan bersedih. Mereka meninggal dunia, ada yang sebelum proses pencoblosan, ada juga yang sedang proses (pencoblosan dan penghitungan),” kata Komisioner KPU Jabar Endun Abdul Haq di Bandung, Selasa (23/4/2019).

Adapun petugas yang meninggal dunia, tersebar di sejumlah wilayah di Jabar. Tetapi yang paling banyak diketahui terjadi di Kabupaten Cianjur dengan lima petugas dan Kota Bandung empat petugas.

Endun mengakui bahwa jumlah petugas yang meninggal dunia di Jabar, termasuk yang paling banyak secara nasional. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jabar untuk meringankan beban keluarga berupa pemberian uang santunan.

Selain itu, dinas kesehatan di pemerintah kabupaten/kota diminta untuk memantau kondisi kesehatan para petugas dalam proses penghitungan suara yang masih berlangsung di beberapa daerah.

“Kami berkoordinasi dengan tenaga medis. Setiap hari dicek kesehatan dari saksi parpol dan panwas dan semua petugas. Kami juga berencana mengabadikan nama mereka. Mediumnya sedang kami pikirkan,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) meminta kepada Sekda Jabar agar menyebarkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah di Jabar.

Dia meminta seluruh kepala daerah tingkat II di Jabar memfaslitasi kesehatan meraka (petugas) yang berkaitan dengan Pemilu.

“Peristiwa yang luar biasa ini, mari kita sikapi dengan tenang dan damai, kurangi ekspresi yang berlebihan, serahkan kepada mekanisme yang berlaku. Kami pun mengimbau agar media memberitakan yang menggembirakan untuk mengurangi beban psikis,” kata Emil di Gedung Sate.

(LIN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.