FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Harga Telur Ayam di Pasar Induk Cikurubuk Tasikmalaya Melambung Tinggi

0 44

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.co.id: Operasi pasar murah (OPM) yang digelar Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) beberapa waktu lalu, tidak berdampak terhadap turunnya harga bahan-bahan pokok di masyarakat. Selain beras, daging ayam, cabai termasuk telur ayam pun justru harganya terus merangkak naik.

Berdasarkan pantauan di beberapa pasar tradisional, seperti pasar induk Cikurubuk Senin (3/12/18), harga telur ayam perkilogramnya dijual mencapai Rp25 ribu, padahal sebelumnya harga masih di kisaran Rp19 ribu per kilogram, dan diperkirakan akan terus naik hingga pergantian tahun 2019 mendatang.

Adi (28), salah seorang pedagang telur di pasar Induk Cikurubuk menuturkan, sejak beberapa hari ini terakhir, harga telur ayam terus naik. Pekan lalu hanya Rp20 ribu per kilogram, saat ini sudah mencapai Rp25 ribu per kilogram.

“Harga ini dipengaruhi harga beli dari peternak yang naik. Sebelumnya masih rendah, sekarang di peternak sudah Rp24.500 ribu per kilogram, jadi kalau kita jual Rp25 ribu, kita hanya untung Rp500 per kilogram,” jelas Adi.

Menurut dia, kenaikan harga seperti sudah menjadi tradisi, bahkan setiap menjelang natal dan tahun baru atau pergantian tahun pasti harga-harga merangkak naik.

“Bisa jadi karena permintaan menjelang natal dan tahun baru itu banyak,” kata dia.

Sementara itu Heni Handayani (36), salah seorang konsumen mengeluh karena harga telur ayam di pasar jadi mahal dari biasanya

“Saya kaget pak, baru minggu lalu saya beli telur ayam Rp20 ribu per kilogram, sekarang sudah Rp25 ribu, mahal sekali,” keluh dia.

Dia berharap pemerintah bisa turun tangan mengatasi kenaikan harga yang menurut dia tinggi sekali.

(Seda/LIN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.