FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Sosialisasi KB di Desa Danyeuluhur Kecamatan Tempuran Kabupaten Bekasi

0 0

BEKASI, FOKUSJabar.co.id: Pada pukul 10.00 WIB di Desa Dayeuluhur, Kecamatan Tempuran Kabupaten Bekasi, Hari Jum’at 19 Oktober 2018.

Putih Sari Anggota Dewan Komisi IX DPR RI selaku Narasumber Mitra BKKBN mengatakan bahwa tujuan Sosialisasi Promosi KB dan KR Berkualitas ini untuk dapat menekan angka kelahiran diIndonesia yang mana semakin tahun semakin meningkat, dengan tidak sebanding lurus dengan perekonomian yang ada malah membuat keluarga tersebut menjadi keluarga yang tidak bahagia.

Ia juga menjelaskan macam macam alat KB, dari Implan, IUD, Suntik, Kondom, PIL dan MOP. beliau menghimbau kepada warga untuk memperhatikan angka kelahiran, terutama jarak umur kelahiran dimana harus diusahakan hanya ada satu balita dalam satu rumah tangga, agar sang anak dapat perhatian yang cukup dari kedua orang tuanya. beliau juga menjelaskan usia produktif laki laki ataupun perempuan untuk menikah, dimana semua itu demi terjalinnya keluarga yang bahagia dan sejahtera, maka laki laki dibolehkan menikah saat umur 25 dan usia 21 untuk perempuan, karena diumur itu diharapkan keduanya sudah memiliki kematangan dan kesiapan baik lahir mauapun batin. beliaupun menghimbau kepada warga agar konsisten dalam KB dan mencukupi dengan 2 anak, untuk yang sudah terlanjur memiliki lebih dari 2 anak beliau menghimbau agar lebih memperhatikan dalam pendidikan untuk menjaga kualitas anak tersebut.

Drs. Rahmat Mulkan MSi Selaku Sekretaris Kepala BKKBN Jawa Barat menjelaskan kenapa beliau sangat mengedepankan KB di Jawa barat, karena untuk saat ini diseluruh Provinsi Indonesia, Provinsi Jawa Barat memegang angka nomer 1 dengan penduduk terbanyak, dan angka kelahiran di Provinsi Jawa Barat mencapat 800.000 pertahun, dimana jika angkat tersebut terus bertambah maka akan semakin sedikit tempat tinggal di Jawa Barat dan tentunya akan sangat berpengaruh bagi Ekonomi keluarga maupun Ekonomi Provinsi Jawa Barat, beliau juga menjelaskan bahwa bukan hanya Ibu yang harus mengikuti KB tetapi juga kaum Bapak harus turut serta dalam menanggapi KB, karena ini kesepakatan dalam keluarga yang harus disetujui mereka berdua, beliau juga menjelaskan bahwa diBKKBN juga mengatur angka kematian, dimana saat ini angka kematian banyak terjadi pada bayi baru lahir yang terlebih bayi tersebut hasil dari kelahiran yang tidak diinginkan.

beliau menjelaskan dalam pembanguna keluarga diBKKBN itu ada 4 macam, BKB (bina keluarga balita) BKR (bina keluarga Remaja) BKL (bina keluarga lansia) dan UPPKS (usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera). beliau juga menyakinkan kepada warga bahwa semua jenis KB sudah aman dan terjamin kesehatannya untuk warga, sehingga warga tidak perlu takut dan khawatir dengan KB.

(Budi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.