FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Meski Rawan, Koalisi Gerindra akan Adopsi Pola Pilkada DKI Jakarta

0 0

BANDUNG, Fokusjabar.co.id: Koalisi Gerindra, PAN dan PKS di pemilihan Gubernur Jawa Barat dikhawatirkan sebagian pihak akan mengadopsi pola pilkada DKI Jakrta yang rawan benturan antar kelompok, pasalnya menggunakan pola pendekatan agama.

Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Unpad Muradi mengatakan, jika Gerindra, PAN, dan PKS jadi berkoalisi di Jabar, maka arah untuk menggunakan pola yang sama seperti di Pilkada Jakarta. Pendekatan keagamaan bisa terulang di Jawa Barat jika Gerindra, PKS, dan PAN menghendaki arah tersebut.

“Ada indikasi ke arah sana jika memang Gerindra mengajak Partai tersebut juga berkoalisi di Jabar,” kata Muradi di Bandung, Senin (12/11).

Hal itu kemunginana terjadi karena pernyataan ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi yang akan mengajak koalisi partai yang berhasil di DKI Jakarta reuni di Jabar untuk memenangkan Pilgub Jabar.

Kemudian Muradi menegaskan, arah pola DKI Jakarta di Jabar juga di perkuat oleh adanya wacana reuni aksi 212 beberapa waktu lalu.

“Kalau isunya agama, susah untuk mengatakan tidak. Bahwa ini efektif betul,” katanya.

Muradi menambahkan, sekarang tinggal menunggu arah Gerindra, apakah akan tetap menggunakan pendekatan keagamaan atau tidak. Namun, Muradi berharap hal itu tidak terjadi karena hanya akan merusak kondisi di Jawa Barat.

“Gerindra harusnya tidak menggunakan hal-hal seperti itu,” katanya.

Namun, jika hal itu terjadi, dia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruhi oleh isu-isu yang dimunculkan.

“Harus sama-sama menjaga kebhinekaan jangan sampai terpengarus isu-isu yang memang bisa memecah belah,” ujarnya.

Disinggung langkah-langkah yang harus dilakukan pesaing koalisi Gerindra jika hal itu terjadi, Muradi menjelaskan harus bisa meng-counter isu-isu keagamaan yang dimunculkan.

Salah satu yang terpenting dengan mengusung calon yang memiliki kultur keagamaan yang kuat. Sebagai contoh, kata dia, Ridwan Kamil harus memilih calon wakil gubernur yang berasal dari latar belakang ulama mengingat sebagian besar penduduknya muslim.

“Kang Emil harus mencari wakil yang bisa meng-counter isu itu di masyarakat. (Sosok wakil dari kalangan) ulama yang mampu meng-counter itu,” tuturnya.

(AS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.