FokusJabar Onlinenya Jawa Barat

Optimalkan APBD 2016, Jabar Siapkan 5 Paket Kebijakan

0 1

BANDUNG, Fokusjabar.co.id : Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan lima paket kebijakan penyerapan anggaran. Hal itu dilakukan agar akselerasi APBD 2016 semakin optimal dan sederhana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa menyebut bahwa paket kebijakan itu kebanyakan tentang kemudahan kabupaten/kota mendapat kucuran anggaran dari Pemprov.

Dia menjelaskan, paket tersebut akan menyangkut dana bagi hasil, bantuan keuangan kabupaten/kota, bansos, hibah hingga tim pengelolaan anggaran daerah (TAPD).

“Sesuai arahan gubernur, kita lakukan deregulasi. Ada lima paket perbaikan peraturan dalam rangka mempercepat penyerapan dan pertanggungjawaban,” jelas Iwa, Senin (1/2/2016).

Dengan langkah tersebut, selain penyaluran lebih cepat, pelaporan pun akan jauh lebih akurat dan cermat.

Deregulasi akan menyangkut tata cara pencairan, tata cara bagaimana pengusulan pencairan oleh daerah dan lain-lain. Salah satu yang sudah siap aplikasinya adalah pencairan dana bagi hasil ke daerah.

Untuk pembagian dana bagi hasil dari sektor PKB, BBNKB, pajak rokok dan air permukaan akan langsung ditransfer oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jabar ke rekening kabupaten/kota.

Artinya, proses transfer tidak lagi menunggu ajuan dari daerah yang bisa memakan waktu lama.

” Transfernya sudah sesuai perolehan daerah, sehingga nanti mereka dapat  cashflow yang cepat juga,” terangnya.

Menurut dia, besaran dana bagi hasil sudah dihitung sesuai hak dan ketentuan, seperti PKB dan BPKB yang mencapai 30 persen.

Nantinya, kebijakan transfer dana langsung ini akan dilakukan setiap memasuki triwulan I, II dan III. Pada triwulan IV realisasinya sesuai data dan fakta dikurangi transfer yang sudah dilakukan di I, II dan III.

“Nah sisanya itu untuk triwulan IV,” katanya.

Dengan deregulasi ini, likuiditaa kas daerah akan semakin besar dan bisa meningkatkan akselerasi pembangunan.

“Kalau dulu sebelum ada kebijakan , daerah harus pro aktif agar bisa diproses Pemprov, sekarang dananya sudah tersedia di kas daerah. Sebab, tahun 2016 ini ada perubahan regulasi,” jelasnya.

Terkait APBD 2016, saat ini per 31 Januari serapan anggaran baru mencapai 0,32 persen.  Menurutnya dari volume Rp28,5 trilyun baru terbelanjakan Rp90,8 milyar.

(LIN)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.